Page 166 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 166

Kesra) kala itu, Aburizal Bakrie, juga sempat menyatakan pemerintah tak akan
               menetapkan Hari Buruh sebagai hari libur nasional.

               Di masa pemerintahan SBY juga tuntutan yang diminta buruh bukan hanya hari libur
               di 1 Mei, tetapi juga soal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, serta jaminan
               sosial yang kemudian membuahkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
               Kesehatan hingga BPJS Ketenegakerjaan.

               Akhirnya, SBY menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013.

               Tuntutan di Era Jokowi Setelah tuntutannya agar pemerintah menetapkan 1 Mei
               sebagai hari libur nasional, buruh menyampaikan sepuluh tuntutan dalam aksinya di
               2014. Tuntutan yang disampaikan oleh buruh itu menyangkut persoalan
               kesejahteraan buruh dan para pegawai outsourcing .

               Sebanyak sepuluh tuntutan itu antara lain kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30
               persen dan revisi kebutuhan hidup layak menjadi 84 item; menolak penangguhan
               upah minimum, menjalankan jaminan pensiun wajib bagi buruh pada Juli 2015;
               menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat dengan cara mecabut Permenkes
               Nomor 69 Tahun 2013 tentang Tarif, audit BPJS Kesehatan, dan BPJS
               Ketenagakerjaan; serta hapus outsourcing .

               Presiden KSPI Said Iqbal. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian) Usai Pilpres
               pertengahan April, sejumlah organisasi buruh pun bertemu dengan Presiden Jokowi
               di Istana Kepresidenan di Bogor pada Jumat pekan lalu.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sebelumnya
               mengatakan pertemuan dirinya dengan presiden tak ada kaitannya dengan
               dukungan usai gelaran Pilpres 2019, melainkan pembahasan soal hak-hak buruh.

               Said menyatakan pihaknya menyampaikan tiga hal terkait revisi PP 78/2015 tentang
               Pengupahan dalam pertemuan itu.

               Pertama , kata Said, pemerintah harus mengembalikan hak berunding serikat buruh
               dalam kenaikan upah minimum.

               Kemudian kedua mencabut formula kenaikan upah minimum dengan inflasi dan
               pertumbuhan ekonomi. Formula itu diganti dengan formula survei pasar yang
               kemudian dibahas dalam dewan pengupahan "Ketiga memberlakukan upah minimal
               sektoral secara menyeluruh dan menindak tegas perusahaan yang tidak membayar
               upah minimum," kata Said.

               (asa).










                                                      Page 165 of 656.
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171