Page 164 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 164
Pada 1 Mei 1886 terjadi demonstrasi buruh dalam skala yang lebih besar di Amerika
Serikat yang dilakukan oleh sekitar 400 ribu orang buruh dengan masih mengusung
tuntutan yang sama, yaitu pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari.
"Demonstrasi saat itu berlangsung selama empat hari, sejak 1 Mei hingga 4 Mei
1886," demikian rangkuman CNNIndonesia.com .
Di hari terakhir, buruh melakukan pawai secara besar-besaran. Aksi itu ternyata
disambut polisi dengan melakukan penembakan secara membabi buta hingga
menewaskan ratusan orang. Polisi juga menangkap sejumlah pemimpin aksi
tersebut. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan Haymarket, ratusan buruh
yang tewas pun disebut sebagai martir.
Setelah itu, Konferensi Sosialis Internasional diselenggarakan di Paris, Perancis pada
1889. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa demonstrasi buruh di Amerika Serikat
pada 1 Mei 1886 sebagai peringatan Hari Buruh Internasional. Di Amerika Serikat,
Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 1894.
May Day di Indonesia Peringatan Hari Buruh juga sampai di Indonesia, pertama kali
diperingati pada 1920. Namun, Hari Buruh tidak lagi diperingati di era
kepemimpinan Presiden Soeharto atau era Orde Baru karena diiidentikkan dengan
gerakan atau paham komunis.
Sejak peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada
1965 Hari Buruh menjadi tabu di Indonesia.
Soeharto menghilangkan May Day pada 1967 dengan mengganti nama Kementerian
Perburuhan pada Kabinet Dwikora menjadi Departemen Tenaga Kerja. Soeharto
menunjuk Awaloedin Djamin sebagai Menteri Tenaga Kerja pertama era Orde Baru.
Ia dipilih karena latar belakangnya sebagai perwira polisi.
Menurut Soeharto, Awaloedin merupakan sosok yang tepat untuk mengisi jabatan
itu karena dinilai mampu menghadapi kaum buruh.
"Serikat buruh saat itu masih kuat maka Peringatan hari buruh pada 1 Mei 1966
masih diadakan oleh Awaloedin setelah mendengar pertimbangan Soeharto,"
demikian rangkuman CNNIndonesia.com.
Peringatan diadakan cukup meriah dengan di isi acara pawai kendaraan melewati
istana. Seusai peringatan 1 Mei itu, Awaloedin melemparkan gagasan bahwa tanggal
itu tidak cocok untuk peringatan buruh nasional. Selain itu, peringatan May Day
selama ini telah dimanfaatkan oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia
(SOBSI) atau PKI.
Perkembangannya kemudian, serikat buruh digiring untuk berorientasi ekonomis.
Hal itu dimulai dengan penyatuan serikat buruh yang tersisa dari huru-hara 1965 ke
Page 163 of 656.

