Page 165 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 165

dalam Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) yang kemudian menjadi Serikat
               Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

               FSBI adalah wadah bersatunya organisasi-organisasi buruh di seluruh Indonesia
               yang sebelumnya terpencar-pencar dalam berbagai organisasi. FSBI pada masa
               Orde Baru sangat dekat dengan pemerintah, bahkan terkesan sebagai birokrat,
               sehingga nasib buruh pun masih tidak banyak berubah.

               Presiden Soeharto. (Foto: Dok. Istimewa) Selain itu, FSBI juga belum sepenuhnya
               independen karena masih didanai pemerintah. Pada 1986, muncul ide untuk
               menarik iuran sendiri dari para anggotanya.

               Selama masa pemerintahan Orde Baru, buruh masih melakukan upaya pemogokan
               kerja, meski tak ada aksi unjuk rasa besar yang berarti seperti saat ini.

               "Pada masa itu pula, tuntutan buruh akan upah layak, cuti haid, hingga upah lembur
               mulai digaungkan. Komisi Upah yang saat itu dibentuk untuk mengakomodasi
               kepentingan buruh juga mulai bersuara tentang proses penetapan upah yang tidak
               adil bagi buruh," demikian hasil rangkuman CNNIndonesia.com .

               Aksi ribuan buruh di Indonesia kembali terjadi usai masa reformasi, tepatnya pada 1
               Mei 2000. Kala itu, para buruh menuntut agar 1 Mei kembali menjadi Hari Buruh
               Internasional dan hari libur nasional. Aksi yang disertai dengan langkah mogok
               besar-besaran para buruh itu berlangsung selama sepekan penuh hingga membuat
               para pengusaha ketar-ketir.

               Sejak saat itu, peringatan 1 Mei ditandai oleh aksi turun ke jalan oleh ribuan buruh
               dari berbagai wilayah seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi ke Jakarta. Aksi ini
               senantiasa memicu kemacetan panjang, terlebih ketika buruh memblokade sejumlah
               ruas jalan.

               May Day di Indonesia tidak hanya diikuti oleh mereka yang berasal dari kalangan
               buruh, melainkan juga diikuti oleh Mahasiswa, aktivis dari organisasi kepemudaan,
               hingga masyarakat umum.

               Namun, tidak ada perkembangan soal tuntutan penetapan 1 Mei dijadikan Hari
               Buruh Internasional pada masa pemerintahan Abdurrahahman Wahid alias Gus Dur
               maupun Megawati Soekarnoputri.

               Pun demikian dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sempat
               bersikeras tidak mau mengabulkan tuntuan buruh tersebut. SBY mengaku tidak
               sepakat dengan rencana buruh untuk melakukan aksi mogok nasional, karena hanya
               akan merugikan perusahanan dan pekerja.

               Kontroversi SBY kian berlanjut, lantaran Presiden keenam Indonesia kerap
               melakukan kunjungan kerja ke luar kota atau luar negeri saat Jakarta dikepung
               demo besar-besaran pada 1 Mei. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko



                                                      Page 164 of 656.
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170