Page 425 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 425

Title         BURUH KORBAN PHK FREEPORT TUNTUT KEJELASAN SURAT GUBERNUR
                Media Name    jogja.antaranews.com
                Pub. Date     01 Mei 2019
                Page/URL      https://jogja.antaranews.com/nasional/berita/852309/buruh-korban-phk-f reeport-tuntut-
                              kejelasan-surat-gubernur
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative











               Jayapura - Koalisi mogok kerja (moker) PT Freeport Indonesia dari sekitar 8.300
               karyawan Freeport yang mogok hingga berbuntut pada Pemutusan Hubungan Kerja
               (PHK) sepihak pada 2017 menuntut manajemen Freeport memberikan penjelasan
               terkait surat yang dikeluarkan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada 14 Mei
               2019 Markus Vim, salah seorang karyawan korban PHK Freeport pada 2017 yang
               tergabung dalam koalisi Moker Freeport di Jayapura, Rabu, mengatakan hingga kini,
               PT Freeport Indonesia tidak memberikan jawaban terkait surat yang pernah
               dikeluarkan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

               Surat penegasan yang diberikan oleh gubernur kepada PT Freeport hingga kini
               Moker tidak mengetahui jawaban dari PT Freeport Indonesia terkait surat dari
               Gubernur Papua.

               Pada Kamis,14 Mei 2019 Gubernur Papua Lukas Enembe telah mengeluarkan surat
               keputusan yang berisi tiga poin yaitu memerintahkan manajemen PT Freeport dan
               perusahaan subkontraktor segera membayar upah dan hak-hak seluruh karyawan
               pelaku mogok kerja sebagaimana termuat dalam buku Perjanjian Kerja Bersama
               (PKB) 2015-2017 dan Pedoman Hubungan Industrial (PHI).

               Pihak Freeport juga diminta untuk segera mempekerjakan kembali seluruh karyawan
               pelaku mogok kerja dan dilarang melakukan rekrutmen karyawan baru sebelum
               permasalahan ketenagakerjaan tersebut diselesaikan sampai tuntas.

               "Bagi kami PT Freeport Indonesia hanya berdalih saja, dan apa yang kami lakukan
               sampai saat ini tetap bertahan dengan mogok. Karena kami sudah nyatakan mogok
               ini sah sesuai dengan undang-undang," katanya.

               Markus menegaskan, pihaknya akan tetap bertahan dengan posisi mogok dan akan
               membuat gerakan di Timika yang lebih besar lagi.

               Bagi dia, peringatan hari buruh Internasional 1 Mei (May Day) kali ini, mereka
               berharap negara harus mengambil sikap yang tegas dan menindak tegas
               manajemen PT Freeport Indonesia, karena hingga kini manajemen PT Freeport
               Indonesia tidak tunduk pada UU Nomor 13 Tahun 2003.




                                                      Page 424 of 656.
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430