Page 61 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 JULI 2019
P. 61
Sejauh ini, kata dia, Pemkot Tasikmalaya telah bekerjasama dengan
negara Jepang dan Malaysia dalam hal penyaluran tenaga kerja.
"Per tahunnya ditargetkan 3000 tenaga kerja ke Malaysia , terus 1000
tenaga kerja ke Jepang . Namun masih sulit dan jauh dari target,"
katanya.
Slot pekerjaan yang dibutuhkan di dua negara tersebut kebanyakan di
bidang tenaga operator dan kesehatan.
"Tahun ini saja baru 4 tenaga kesehatan hasil dari training kami ke
Jepang . Padahal peluang begitu banyak dalam semua bidang
pekerjaan," kata dia.
Ternyata kata dia, animo masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bekerja di
luar negeri masih kalah ketimbang bekerja di dalam negeri.
"Presentasinya 70 persen masih memilih bekerja di dalam negeri.
Karena berbagai alasan di antaranya keterampilan, pendidikan, dan
terutama bahasa," lanjutnya.
Khusus untuk tenaga kerja ke Negeri Samurai, kata Rahmat, di Disnaker
Kota Tasikmalaya dibuka pelatihan bahasa Jepang .
"Jadi kami bekali keterampilan bahasa, sehingga kendala-kendala yang
ada di minimalisir," ujarnya.
Meski dukungan pemerintah untuk tenaga kerja ke luar negeri sudah
dibuka secara lebar, namun Rahmat mengakui ada saja yang lebih
memilih ke luar negeri secara ilegal.
"Entah kenapa ada saja padahal program sudah ada. Tiba-tiba kalau
ada masalah ke kami," katanya.
Page 60 of 63.

