Page 56 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 JULI 2019
P. 56
Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), saat ini hanya bisa
memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara
itu, anaknya tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.
Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah
sempat mengirimkan uang gaji tersebut kepada, namun tidak mampu
berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan adalah
majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.
"Yang telepon majikannya, tetapi sampai sekarang sulit," kata Marka di
Blok Desa, Kecamatan Palimanan, Kamis (25/7/2019).
Perginya Fitriyah ke luar negeri, kata Marka, adalah kemauannya
sendiri, lantaran Fitriyah ingin membahagiakan kedua orangtuanya
dengan cara menjadi TKW, dengan harapan mendapatkan banyak
pundi-pundi rupiah.
"Fitriya berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah
menengah atas (SMA)," katanya.
Ibu Fitriyah, Sunia, mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh
pihak keluarga untuk mencoba berkomunikasi dengan Fitriyah, namun
sampai saat ini tidak pernah membuahkan hasil.
Sunia berharap, adanya perhatian dari pemerintah, sehingga Fitriyah
dapat kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga di Blok Desa,
Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon .
"Pemerintah dapat mendengar dan ikut mencari anak saya di luar
negeri," katanya.
Kemudian, Ilyas (86), ayah kandung Carmi, ia mengatakan, selama
puluhan tahun ini hanya mampu memandangi secarik kertas berupa
salinan dokumen yang berisikan, identitas putrinya tersebut saat
pemberkasan untuk bekerja di Arab Saudi.
Ia pun bercerita, Carmi berangkat ke Arab Saudi dibantu oleh salah satu
orang di Desa Rawaurip, juga melalui jasa pemberangkatan tenaga
kerja untuk keluar negeri, yakni PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa,
namun sayangnya, perusahaan tersebut sudah sejak lama tutup.
Page 55 of 63.

