Page 190 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2021
P. 190

DEWAN PENGUPAHAN SIAPKAN FORMULA UPAH MINIMUM 2022

              Pemerintah  dan  Dewan  Pengupahan  Nasional  telah  memulai  pembicaraan  tentang  upah
              minimum  tahun  2022.  Formula  upah  minimum  2022  akan  mengacu  pada  aturan  turunan
              Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional, Adi Mahfudz Wuhadji, mengatakan sedang mengkaji
              UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. "Tim
              kerja sudah menyiapkan simulasi upah minimum," ujar dia, kemarin.

              Dewan Pengupahan, menurut Adi, masih menunggu indikator ekonomi makro yang bakal dirilis
              oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 22 September lalu, kata dia, Dewan telah mensosialisasi
              persiapan penetapan upah minimum 2022 di hadapan Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional
              (LKS Tripnas).

              Adi tidak menutup kemungkinan akan ada penolakan dalam pembahasan upah minimum 2022
              yang  mulai  dibahas  oleh  pemerintah.  Dia  mengaku  sudah  mewanti-wanti  pemerintah  untuk
              melakukan komunikasi, koordinasi, dan sosialisasi guna membahas isi PP Nomor 36 Tahun 2021.
              Dengan begitu, kata dia, implementasi dan simulasi formula upah minimum tahun depan bisa
              diterima bersama.

              Penetapan upah minimum tahun depan mengacu pada kondisi perekonomian makro. Hal itu,
              kata  adi,  bertujuan  untuk  mengurangi  kesenjangan  upah  minimum  antarwilayah.
              Penghitungannya menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi atau inflasi. Apabila BPS sudah
              mengumumkan indikator ekonomi makro pada 15 Oktober, Dewan Pengupahan sudah memiliki
              estimasi.

              "Nilai  upahnya  nanti  akan  sangat  bergantung  pada  nilai  inflasi  atau  pertumbuhan  ekonomi,
              diambil yang paling tinggi yang mana untuk penggaliannya. Penghitungannya juga berdasarkan
              indikator wilayah masing-masing," tutur Adi.
              Menteri  Ketenagakerjaan  sekaligus  Ketua  LKS  Tripnas,  Ida  Fauziyah,  mengatakan  sosialisasi
              persiapan penetapan upah minimum 2022 bertujuan agar setiap anggota LKS Tripnas mendapat
              informasi  mengenai  perubahan  formula  penetapan  upah  minimum  yang  baru.  Menurut  dia,
              penetapan  upah  pada  prinsipnya  dilakukan  untuk  mewujudkan  sistem  pengupahan  yang
              berkeadilan,  tapi  tetap  memperhatikan  kemampuan  perusahaan  dan  kondisi  perekonomian
              nasional.

              "Jadi, sebenarnya ada tiga sisi itu harus terjawab dalam sistem pengupahan nasional. Tak hanya
              berpikir kesejahteraan pekerja atau buruh, tapi juga berpikir atau memperhatikan kemampuan
              perusahaan dan kondisi perekonomian nasional," kata Ida.

              Namun Presiden Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia),
              Mirah Sumirat, menilai kebijakan pengupahan yang tercantum dalam PP Nomor 36 Tahun 2021
              atau  aturan  turunan  UU  Cipta  Kerja  akan  merugikan  buruh.  Pasalnya,  kata  dia,  formula
              penghitungan upah tak lagi menggunakan komponen kebutuhan hidup layak (KHL), melainkan
              hanya pertumbuhan ekonomi dan inflasi di daerah.


              Sebagai anggota Dewan Pengupahan Nasional, ia juga menilai komponen KHL sangat diperlukan
              karena variabelnya sangat bervariasi. Karena itu, perubahan kuantitas pada sejumlah item KHL
              sering terjadi untuk menyesuaikan kebutuhan pekerja. Dengan formulasi tersebut, Mirah menilai
              upah yang bakal diterima oleh pekerja akan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

              "Berdasarkan prediksi dan analisis kami, penetapan upah minimum ini bisa dipastikan lebih kecil,
              baik  dari  sisi  angka  maupun  kualitas,"  kata  Mirah.  Dengan  kondisi  pandemi  Covid-19  dan

                                                           189
   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195