Page 217 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2021
P. 217
Judul 470 Lulusan Pendidikan Perhotelan Magang di Lima Destinasi
Superprioritas
Nama Media kompas.id
Newstrend Program Pemagangan di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
Halaman/URL https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2021/09/24/470-lulusan-
pendidikan-perhotelan-magang-di-lima-destinasi-superprioritas/
Jurnalis KRISTIAN OKA PRASETYADI
Tanggal 2021-09-24 20:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan membuka kesempatan magang di lima destinasi pariwisata
superprioritas bagi 470 orang berlatar pendidikan kejuruan dan vokasi di bidang perhotelan.
Program ini diharapkan dapat membantu Indonesia memetik keuntungan maksimal dari bonus
demografi 2030. Ida mengatakan, program ini adalah bagian dari target 7.800 peserta program
magang di seluruh Indonesia pada 2021. Para peserta berkesempatan magang selama empat
bulan dan diupah dengan anggaran negara.
470 LULUSAN PENDIDIKAN PERHOTELAN MAGANG DI LIMA DESTINASI
SUPERPRIORITAS
Kementerian Ketenagakerjaan membuka kesempatan magang di lima destinasi pariwisata
superprioritas bagi 470 orang berlatar pendidikan kejuruan dan vokasi di bidang perhotelan.
Program ini diharapkan dapat membantu Indonesia memetik keuntungan maksimal dari bonus
demografi 2030.
Program magang bagi calon tenaga kerja di bidang pariwisata ini diluncurkan oleh Menteri
Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi
Utara, Jumat (24/9/2021). Para peserta magang dapat memperoleh pengalaman kerja di 46
hotel dan akomodasi lainnya di sekitar Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara),
Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang.
Ida mengatakan, program ini adalah bagian dari target 7.800 peserta program magang di seluruh
Indonesia pada 2021. Para peserta berkesempatan magang selama empat bulan dan diupah
dengan anggaran negara.
”Tentunya ini bukan program untuk menyediakan tenaga kerja murah. Akan ada upah bagi
peserta magang yang dianggarkan melalui dana APBN,” kata Ida tanpa menyebut besaran upah
ataupun APBN yang disediakan.
216

