Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 108

Title          MENAKER BUKA-BUKAAN SOAL THR WAJIB DIBAYAR
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5012462/menaker-buka-b ukaan-soal-
               Page/URL
                              thr-wajib-dibayar
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberi kelonggaran
               bagi perusahaan yang kesulitan membayar THR di tengah pandemi COVID-19.
               Mereka diperbolehkan mencicil atau menundanya asal ada kesepakatan bersama
               para pekerja atau buruh. Namun perusahaan yang masih mampu membayar THR,
               wajib memberikannya kepada pekerja paling lambat 7 hari sebelum Lebaran.

               "THR keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh
               pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya
               keagamaan," kata dia dalam telekonferensi dengan wartawan, Selasa (12/5/2020).

               Jika perusahaan yang kondisi keuangannya masih sehat tapi telat membayar THR
               maka akan dikenakan sanksi.

               "Pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh
               dikenakan denda 5% yang dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja
               atau buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban perusahaan untuk tetap
               membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh," jelasnya.

               Denda tersebut diatur di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 tahun 2016
               tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. BAB
               IV dalam peraturan tersebut, menjelaskan denda dan sanksi administratif. Pasal 10
               berbunyi: pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada
               pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) dikenai denda sebesar
               5% dari total THR keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
               kewajiban pengusaha untuk membayar.

               Ida menjelaskan, pertama harus ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja
               bahwa pembayaran THR akan dicicil atau ditunda. Perusahaan juga harus
               transparan menyampaikan kondisi keuangannya kepada pekerja.

               "Proses dialog tersebut dilakukan secara kekeluargaan, dilandasi atau atas dasar
               laporan keuangan internal perusahaan yang dilakukan secara transparan, ada itikad
               baik untuk mencapai kesepakatan. Jadi saya ingin katakan ini adalah dialog
               rembukan yang dilakukan antara pengusaha dengan buruh, bukan perundingan,"
               kata dia.





                                                      Page 107 of 353.
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113