Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 162

oleh pemerintah mencari solusi yang paling kecil resikonya dan bisa diterima oleh
               semua pihak. Bukan sekadar surat edaran atau pernyataan basa-basi yang tidak
               bisa diimplementasikan dan malah menimbulkan gejolak baru.


               Sudah saatnya pemerintah membuka diri dengan tulus sembari bersama-sama
               menciptakan kenormalan baru atau  new normal  dalam hubungan antar pemangku
               kepentingan ketenagakerjaan. Apalagi seluruh dunia telah mempersiapkan diri
               menghadapi  new normal  di berbagai bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan.

               Sebaiknya pemerintah membentuk sebuah dewan  board  atau katakanlah semacam
               crisis center  yang bertugas menghadapi dan mengatasi krisis ketenagakerjaan dari
               perusahaan-perusahaan yang mengalami krisis keuangan.

               Board  beranggotakan pemerintah, pengusaha, pekerja, ditambah dengan para
               pakar ekonomi, pakar hukum, akademisi sesuai kebutuhan. Ini pernah dilakukan
               Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kasus  Cicak-Buaya  .

               Tujuan yang esensial dari  crisis center  untuk mengatasi keterpurukan bangsa
               dampak pandemi Covid-19 yang menimbulkan PHK massal. Diikuti dengan
               kebuntuan nasional dari sebagian pengusaha yang merasa kesulitan membayar
               kewajiban pesangon PHK sesuai dengan ketentuan UU.

               New Deal  Data yang dilansir Kemnaker hingga April 2020, pekerja terdampak
               korona di sektor formal yang di-PHK ada 229.789 orang. Sementara itu yang
               dirumahkan 1.270.367 orang. Total pekerja sektor formal terdampak ada 1.500.156
               orang di 83.546 perusahaan.


               Data itu sebenarnya kurang akurat karena lemahnya aspek pengawasan
               ketenagakerjaan dan masih amburadulnya status karyawan di beberapa perusahaan
               antara karyawan kontrak dan tetap. Karenanya, jumlah PHK sebenarnya masih
               diatas angka yang dikeluarkan pemerintah tersebut.

               Dalam kondisi dunia yang dilanda krisis multidimensi tidak ada solusi untuk
               mengatasi PHK yang instan. Solusi yang selama ini dimunculkan oleh pemerintah
               adalah dengan mengandalkan program Kartu Prakerja.

               Sayangnya program baru ini justru menimbulkan keresahan dan kecemburuan sosial
               yang tajam di rakyat. Program itu tidak relevan dengan kondisi terkini.

               Apalagi terjadinya modus pemborosan dana untuk membeli konten video pelatihan
               online  dengan materi yang buruk namun harganya sangat mahal. Padahal untuk
               jenis konten seperti itu di kanal  youtube  bisa diunduh secara gratis dan lebih
               banyak ragamnya. Kartu Prakerja perlu dirombak dan dialihkan dananya untuk
               mengatasi gejolak PHK dan THR.

               Pada beberapa perusahaan telah terjadi kebuntuan soal kebutuhan dana untuk THR
               dan pesangon PHK. Kebuntuan sangat sulit diselesaikan lewat jalur hukum dan akan
               berlarut-larut hingga terjadi  chaos  . Satu-satunya jalan keluar atau solusi




                                                      Page 161 of 353.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167