Page 159 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 159

Title          MENAKER: PERUSAHAAN YANG TERLAMBAT BAYAR THR KARYAWAN BAKAL DIDENDA
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      12 Mei 2020
                              https://ekbis.harianjogja.com/read/2020/05/12/502/1038944/menaker-peru sahaan-
               Page/URL
                              yang-terlambat-bayar-thr-karyawan-bakal-didenda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA  - Menjelang Lebaran, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar
               tunjangan hari raya  (THR) pada  karyawannya  .

               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengimbau pengusaha untuk
               membayar THR pekerja paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Pengusaha yang
               terlambat membayar THR kepada pekerja/buruh akan dikenai denda, sedangkan
               pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi administratif hingga
               penghentian sebagian usaha


               "THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh
               pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya
               keagamaan," katanya, saat berkoordinasi dengan Kepala Disnaker Se-Indonesia
               melalui sambungan video di Jakarta, hari Senin (11/5/2020).

               THR keagamaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6
               Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di
               Perusahaan. Permenaker tersebut merupakan aturan turunan dari Peraturan
               Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

               "Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
               dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai
               sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," jelas Ida.

               Sebelumnya, Kemnaker juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri
               Ketenagakerjaan RI Nomor: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian
               THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19
               (selanjutnya disebut SE THR).

               Melalui SE ini, para gubernur seluruh Indonesia diminta untuk memastikan
               perusahaan membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan
               peraturan perundang-undangan.


               "Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Bila ada pengusaha yang tak mampu
               membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR
               Keagamaan," ujar Menaker.








                                                      Page 158 of 353.
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164