Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 163

kebangsaan adalah segenap pemangku kepentingan ketenagakerjaan menyepakati
               New Deal  untuk mencari terobosan yang tidak biasa.


               New Deal  merupakan  gentlemen agreement  dari segenap tokoh bangsa, atau bisa
               juga disebut sebagai proklamasi kesepakatan nasional untuk mengatasi krisis
               multidimensi, seperti halnya pada era tahun 1930-an ketika itu dunia dilanda  great
               depression  , dimana negara mengalami jalan buntu dan keterpurukan
               perekonomian.

               New deal  sama sekali tidak bermaksud alienasi atau meminggirkan UU
               Ketenagakerjaan, tapi semacam dekrit kebangsaan hasil rembuk nasional yang
               dilandasi oleh kejujuran dan komitmen tertinggi dari pemangku kepentingan
               ketenagakerjaan untuk mengatasi krisis multidimensi.

               New deal  ketenagakerjaan itu berhasil jika didukung semua pihak organisasi
               pekerja/buruh, pengusaha dan pemerintah. Secara garis besar  new deal
               dirumuskan secara nasional, tetapi teknis pelaksanaan atau detailnya bisa
               diwujudkan di perusahaan.

               Bentuknya bisa berupa perjanjian menghadapi kedaruratan. Sedangkan untuk
               perusahaan yang belum ada organisasi serikat pekerja bisa langsung dibentuk oleh
               pekerja dengan bantuan induk organisasi SP yang sudah eksis.

               Setelah terwujud  new deal  ketenagakerjaan barulah seluruh pemangku
               kepentingan ketenagakerjaan merancang program  massive action  yang konkrit
               untuk mengatasi terjadinya PHK massal dan persoalan lainnya.


               Dalam tim  crisis center  itu dapat dibicarakan tentang seluruh kemampuan
               perusahaan baik yang mampu bertahan maupun yang tidak mampu bertahan.
               Bagaimana seluruh perusahaan bahu-membahu mengatasi krisis multidimensi yang
               sedang dan akan terjadi. Juga kemampuan keuangan negara dalam mengatasi dan
               mencari solusi.

               Hari ini, yang harus dibicarakan bukan lagi sekadar mampu bertahan atau tidak
               mampu bertahan. Tapi bagaimana menghadapi krisis dan keluar dari krisis secara
               bersama-sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Sebagaimana pernyataan
               Presiden Joko Widodo yang mengakui bahwa tantangan menghadapi pandemi ini
               tidaklah mudah. Harus dihadapi bersama-sama. Mudah-mudahan bisa
               diimplementasikan.


               Penulis : Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronika, Mesin (FSP LEM
               SPSI).















                                                      Page 162 of 353.
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168