Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 160

Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
               dikenai denda sebesar 5 persen. Denda ini dikelola dan dipergunakan untuk
               kesejahteraan pekerja/buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
               untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada  pekerja/buruh.


               Jika perusahaan tidak mampu membayar THR pada waktu yang ditentukan, sesuai
               dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, hendaknyamelakukan proses
               dialog antara pengusaha dan pekerja/buruh.

               "Proses dialog tersebut dilakukan secara kekeluargaan, yang dilandasi dengan
               laporan keuangan internal perusahaan yang transparan, dan itikad baik untuk
               mencapai kesepakatan," kata Ida.

               Dialog tersebut dapat menyepakati beberapa hal, antara lain (1) perusahaan yang
               tidak mampu membayar THR secara penuh pada waktu yang ditentukan peraturan
               perundang-undangan, maka pembayaran THR dapat dilakukan secara bertahap, (2)
               perusahaan tidak mampu membayar THR sama sekali pada waktu yang ditentukan
               sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan maka pembayaran THR dapat
               dilakukan penundaan sampai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati, dan
               (3) waktu dan cara pengenaan denda keterlambatan pembayaran THR Keagamaan.


               Sumber : Suara.com.

















































                                                      Page 159 of 353.
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165