Page 209 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 209

Lanjut Sari, pekerja butuh kepastian untuk bisa bekerja kembali pasca pandemi
               Covid-19 berlalu. Peluang tersebut yang semula diharapkan bisa diperoleh melalui
               Program Kartu Prakerja. Namun, ternyata kelas pelatihan berbasis online untuk
               menambah kompetensi pekerja yang dikenai PHK akibat pandemi Covid-19 tidak
               memberi peluang penempatan kerja.

               "Program Kartu Prakerja jika mau ada pelatihannya harus didasari dengan
               kompetensi. Kompetensi bisa untuk jadi pengusaha," ungkapnya.

               Sari menilai tidak ada hubungan dan kesesuaian program tersebut dengan dunia
               usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang saat ini sedang terpukul.
               Penggodokan berbagai program dan kebijakan pemerintah seharusnya melibatkan
               masukan pekerja. Dengan demikian, kebutuhan pekerja bisa diidentifikasi dengan
               lebih tepat.

               Dirinya juga menilai, kucuran senilai Rp 1 juta untuk penerima Program Kartu
               Prakerja yang dialokasikan untuk pelatihan online harus diisi dengan yang lebih
               bermanfaat, seharusnya program tersebut dapat memberikan uang tunai kepada
               korban PHK di tengah situasi darurat Covid-19.

               "Biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta harus lebih ada manfaat misalkan langsung kasih
               sembako ataupun pelatihannya harus bermanfaat. Dan calon pekerja tersebut harus
               sesuai kebutuhan perusahaan yang merekrut, jadi semua stakeholder pengusaha
               harus dilibatkan," pungkasnya..













































                                                      Page 208 of 353.
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214