Page 243 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 243
Terlebih, pelaksanaan program ini dikaitkan dengan pemberian insentif keuangan
kepada para peserta. Sehingga, platform digital dan lembaga pelatihan yang terlibat
terkesan tidak menyediakan pelatihan yang lebih berkualitas.
"Hal ini dapat mengurangi keinginan platform digital dan lembaga pelatihan untuk
bersaing dan memberikan pelatihan yang berkualitas," paparnya dalam keterangan
resmi yang diterima Bisnis, Minggu (10/5/2020).
Oleh karena itu, KPPU memberikan lima rekomendasi agar terjadi persaingan sehat
dalam implementasi program tersebut. Pertama, pengaturan kriteria dan
persyaratan termasuk proses seleksi bagi lembaga pelatihan, mitra platfotm digital,
dan mitra sistem pembayaran harus bersifat transparan, non-diskriminatif, dan
hambatan masuk pasar yang minimal.
Kedua, perlu adanya pengaturan terkait bentuk hubungan dan kerja sama antara
platfotm digital dan lembaga pelatihan, khususnya dalam mencegah praktik
diskriminasi, dan tying/bundling produk pelatihan dengan produk tidak terkait.
Ketiga, harus ada pengaturan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran kemitraan
platfotm digital terhadap lembaga pelatihan yang menjadi mitranya.
Keempat, pengaturan atas jenis, standar kualitas, atau metode penyampaian
pelatihan, serta keleluasaan peserta program Kartu Prakerja dalam memilih jenis
pelatihan maupun platfotm digital yang mereka inginkan.
Kelima, pengaturan agar lembaga pelatihan harus diberikan kebebasan untuk dapat
bekerja sama dengan lebih dari satu platfotm digital. Ini ditujukan untuk
mempermudah akses peserta Kartu Prakerja kepada pelatihan berkualitas tersebut.
Di sisi lain, pembukaan gelombang keempat Program Kartu Prakerja juga belum
jelas lantaran masih ada sejumlah kendala di beberapa gelombang sebelumnya.
Menurut Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya
Ruky, hal ini terjadi karena pihak manajemen pelaksana program Kartu Prakerja
masih dalam proses menyelesaikan pencairan dana pelatihan untuk peserta yang
sudah tersaring dalam gelombang pertama hingga ketiga.
Selain itu, ada pula hambatan lain dalam hal keterbatasan sumber daya di bidang
Teknologi Informasi (TI), apabila jumlah peserta terus bertambah.
Dia menjelaskan dari total 456.265 orang peserta di gelombang I dan II, sebanyak
360.650 orang peserta sudah mendapatkan saldo pelatihan. Sementara itu, dari
jumlah tersebut, sebanyak 219.489 peserta sudah menyelesaikan 1 pelatihan dari
platform mitra prakerja.
"Dari jumlah yang sudah menyelesaikan pelatihan, yang terdata memiliki akun e-
money/bank yang telah melalui proses verifikasi atau KYC [Know Your Customer]
sebanyak 132.509 orang, dan yang sudah terverifikasi sebanyak 55.101 orang
peserta," sebut Panji, Senin (11/5).
Page 242 of 353.

