Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 247

Title          MENAKER: EDARARAN THR HASIL DIALOG BERSAMA PENGUSAHA DAN PEKERJA
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      12 Mei 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1487052/menaker-edararan-thr-hasil-d ialog-
               Page/URL
                              bersama-pengusaha-dan-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan Surat Edaran terkait
               tunjangan hari raya (THR) di masa pandemi adalah hasil dari diskusi dengan pihak
               pengusaha dan serikat pekerja.

               "Sebelum kami mengeluarkan surat edaran ini kami telah melakukan beberapa kali
               dialog dengan teman-teman pengusaha dari berbagai sektor juga dialog dengan
               teman-teman serikat pekerja atau buruh," kata Menaker Ida dalam konferensi video
               soal surat edaran (SE) tentang THR di tengah pandemi yang dilakukan di Jakarta,
               Selasa.

               Surat Edaran itu, tegas dia, telah dibahas dan menjadi kesepakatan bersama
               Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dalam sidang pleno dan Badan Pekerja LKS
               Tripartit Nasional. Sebelumnya, Menaker meneken SE Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
               tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
               Perusahaan dalam Masa Pandemi COVID-19 pada 6 Mei yang memastikan
               kewajiban pengusaha untuk membayar THR sesuai dengan perundang-undangan.

               Tapi, mengingat kondisi perekonomian yang terdampak COVID-19 maka pengusaha
               dan pekerja dapat melakukan dialog untuk mencapai kesepakatan terkait
               pembayaran THR dengan berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Beberapa
               opsi kesepakatan antara lain pembayaran bertahap jika perusahaan tidak bisa
               membayar secara penuh THR dalam waktu yang ditentukan sesuai dengan undang-
               undang.


               Opsi lain adalah penundaan pembayaran jika perusahaan tidak bisa sama sekali
               membayar THR sampai waktu yang ditentukan sesuai dengan kesepakatan bersama
               pengusaha dan pekerja yang harus dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan di
               daerah masing-masing. SE itu tidak melepaskan kewajiban pengusaha untuk
               membayarkan THR kepada para pekerja dan Menaker menegaskan dalam edaran
               yang ditujukan kepada gubernur seluruh provinsi itu adalah memastikan perusahaan
               membayar THR sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Perusahaan yang
               terlambat membayar dapat dikenai denda lima persen yang akan dikelola untuk
               kesejahteraan buruh dan pekerja.


               "Semangat surat edaran itu adalah mendorong dialog untuk mencapai kesepakatan
               antara pengusaha dan pekerja. Bila ada perusahaan yang tidak mampu
               membayarkan THR sama sekali tidak menghilangkan kewajiban perusahaan THR
               Keagamaan dan denda kepada pekerja," tegas Menaker.




                                                      Page 246 of 353.
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252