Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 245
Title HIPMI: PENYUSUNAN PROGRAM KARTU PRAKERJA SEHARUSNYA LIBATKAN PENGUSAHA
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 12 Mei 2020
https://nasional.kontan.co.id/news/hipmi-penyusunan-program-kartu-prak erja-
Page/URL
seharusnya-libatkan-pengusaha
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jumlah pekerja yang dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi
Covid-19 bertambah dari hari ke hari. Setelah pandemi Covid-19 berlalu, pekerja
yang kehilangan pekerjaan ini perlu jaminan untuk kembali bekerja.
Jaminan tersebut tidak bisa diperoleh dari kelas-kelas pelatihan dalam jaringan di
Program Kartu Prakerja. Kondisi dunia usaha yang sedang terpuruk membuat hal
tersebut sulit dicapai.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan Badan Pengurus Pusat
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Sari Pramono menyarankan,
agar penyusunan program pemerintah mestinya melibatkan pekerja dan pelaku
usaha. Dengan demikian, hasilnya akan bermanfaat bagi pekerja dan pengusaha.
"Soal Program Kartu Prakerja, seharusnya pemerintah melibatkan kita
(pengusaha)," ujar Sari, dalam siaran persnya, Selasa (12/5/2020).
Selain itu, lanjut Sari, pemerintah juga seharusnya melibatkan dunia usaha untuk
memberi masukan terkait keterampilan pekerja yang dibutuhkan. Perlu kecocokan
antara pekerja dan dunia usaha.
"Meskipun keterampilan pekerja meningkat lewat Program Kartu Prakerja, jika
kompetensi itu tidak sesuai dengan yang kebutuhan pelaku usaha, pekerja tidak
akan terserap," ucapnya.
Sari mengatakan, pekerja butuh kepastian untuk bisa bekerja kembali pasca
pandemi Covid-19 berlalu. Peluang tersebut yang semula diharapkan bisa diperoleh
melalui Program Kartu Prakerja.
Namun, ternyata kelas pelatihan berbasis online untuk menambah kompetensi
pekerja yang dikenai PHK akibat pandemi Covid-19 tidak memberi peluang
penempatan kerja.
"Program Kartu Prakerja jika mau ada pelatihannya harus didasari dengan
kompetensi. Kompetensi bisa untuk jadi pengusaha," ungkapnya.
Page 244 of 353.

