Page 285 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 285
Title PERUSAHAAN TAK SANGGUP BAYAR THR, APA SOLUSINYA?
Media Name detik.com
Pub. Date 12 Mei 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5011923/perusahaan-tak -sanggup-
Page/URL
bayar-thr-apa-solusinya
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberi kelonggaran bagi
perusahaan untuk mencicil atau menunda pembayaran THR karena sedang kesulitan
imbas pandemi COVID-19. Namun bagaimana nasib perusahaan yang sama sekali
tak mampu membayar THR? Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
memastikan perusahaan yang tidak mampu membayar THR tetap harus
melaksanakan kewajiban tersebut.
"Bila ada pengusaha yang tidak mampu membayar THR sama sekali, tidak
menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan dan
membayar denda kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan dilakukan pada tahun 2020," kata
dia dalam telekonferensi dengan wartawan, Selasa (12/5/2020).
Artinya, perusahaan tetap dibebankan tanggung jawab untuk membayar denda.
Denda tersebut diatur di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 tahun 2016
tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
BAB IV dalam peraturan tersebut, menjelaskan denda dan sanksi administratif. Pasal
10 berbunyi: pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada
pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) dikenai denda sebesar
5% dari total THR keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
kewajiban pengusaha untuk membayar.
Lebih lanjut, jika THR tidak dibayar sesuai kesepakatan kedua belah pihak atau tidak
sesuai kesepakatan pembayaran THR di bawah ketentuan peraturan perundang-
undangan, maka pengusaha dan pekerja dapat menyelesaikannya melalui prosedur
penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
"Pengusaha dan pekerja dapat menyelesaikan melalui prosedur penyelesaian
hubungan industrial," tambah Ida.
(toy/hns)
Page 284 of 353.

