Page 118 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 JULI 2020
P. 118
DI PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG, ADA 2.000 TENAGA KERJA ASAL
TIONGKOK
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meninjau proyek pembangunan terowongan bawah
tanah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Selain memeriksa penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), Menaker juga memerika penerapan
norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Proyek tersebut.
“Kita ingin memastikan penggunaan TKA ini apakah sesuai dengan izin Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diajukan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada
Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Menaker seusai melakukan inspeksi ke tunnel 1 proyek
pembangunan terowongan KCJB, Jakarta, Senin 27 Juli 2020.
Menaker mengungkapkan, Proyek Strategis Nasional (PSN) KCJB ini melibatkan total 12.000
pekerja, di mana dua ribu di antaranya adalah TKA dan sisanya sebanyak 10.000 orang adalah
pekerja lokal Indonesia.
"TKA China yang dipekerjakan sudah sesuai dengan ketentuan, baik jabatan maupun
keahliannya. Hanya pekerja asing dengan keahlian khusus yang dipekerjakan dalam proyek
pembangunan KCJB ini," kata Ida.
Selain memastikan tak adanya pelanggaran izin TKA, Menaker mengatakan kunjungannya ke
areal pembangunan jalur KCJB itu juga untuk memastikan adanya transfer of knowledge atau
alih pengetahuan mengenai teknologi yang digunakan di proyek tersebut kepada pekerja
Indonesia.
Ke depannya, alih teknologi ini juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
"Jadi saya sudah mendapatkan laporan dari Pak Dirut (KCIC), ternyata transfer of knowledge
itu tidak hanya diberikan kepada tenaga kerja yang sekarang mengerjakan proyek ini. Tetapi
juga membuka kesempatan transfer of knowledge dari berbagai perguruan tinggi yang ada di
Indonesia," kata Ida.
Menaker menambahkan, saat ini sedang diupayakan jalinan kerja sama antara pengelola proyek
pembangunan KCJB dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan proses alih
pengetahuan berjalan secara baik.
Ditegaskan dia, proyek KCJB merupakan proyek kereta cepat yang pertama dikerjakan di
Indonesia.
Untuk itu, pihaknya juga ingin memastikan pembangunan proyek yang ditargetkan selesai tahun
2022 ini benar-benar memperhatikan norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
"Norma K3-nya harus dijalankan dengan baik, karena ini menggunakan teknologi tingkat tinggi
dan alat-alat berat. Keselamatan kerja itu nomor satu, termasuk bagaimana protokol kesehatan
terhadap Corona," katanya
Sementara itu, Dirut PT KCIC, Chandra Dwiputra mengungkapkan pihaknya terus melakukan
pengerjaan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini dan dapat selesai tepat
waktu.
117

