Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 JULI 2020
P. 123

kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja. Hal ini terlihat dari 72% responden
              yang menilai RUU ini pro investasi, tapi tidak serta merta mengabaikan UMKM karena 67%
              responden juga menilai RUU ini pro terhadap UMKM, dan 64% responden menganggap RUU ini
              pro terhadap pekerja," kata Riswanda, PhD yang merupakan pemapar dan tim ahli dari rilis
              survei Cyrus Network.

              Tingkat  pengetahuan  responden  terkait  RUU  Cipta  Kerja  mencapai  angka  20,7%  dari  total
              seluruh responden. Tercatat, 80% dari responden yang pernah mendengar soal pembahasan
              RUU Cipta Kerja tersebut, merasa memang perlu ada penciptaan lapangan kerja yang seluas-
              luasnya oleh pemerintah. Bahkan, sebanyak 85% responden sadar dan setuju bahwa penciptaan
              lapangan kerja perlu dilakukan dengan mempermudah syarat masuknya investasi dan pendirian
              usaha di Indonesia.

              "Sebanyak 84% responden juga mendukung penyederhanaan regulasi yang berbelit-belit dan
              mempersulit investasi. Tercatat, 73% responden juga menganggap tingkat kesulitan memulai
              usaha di Indonesia cukup tinggi," kata Riswanda.

              Hal-hal yang dianggap responden menjadi permasalahan sulitnya investasi dan memulai usaha
              di  Indonesia  antara  lain  adalah  produktifitas  tenaga  kerja  yang  rendah  (60%),  skill  dan
              kemampuan  tenaga  kerja  Indonesia  yang  masih  rendah  (58%),  dan  daya  saing  yang  lebih
              rendah dibanding tenaga kerja asing (57%).

              "Lebih  jauh  lagi,  61%  responden  menilai  bahwa  RUU  Cipta  Kerja  ini  adalah  solusi  untuk
              perbaikan ekonomi pasca krisis yang diakibatkan wabah Covid-19 yang melanda Indonesia,"
              kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Sultan Ageng Tritayasa ini.

              Cyrus Network melaksanakan survei pada tanggal 16-20 Juli 2020. Bisa dikatakan ini adalah
              survei tatap muka pertama yang digelar secara nasional setelah Indonesia diserang pandemi
              Covid-19.  Survei  ini  mencuplik  responden  sebanyak  1,230  orang  dan  tersebar  secara
              proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error dari survei ini sebesar +/- 2,85%. (BR).






































                                                           122
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128