Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 JULI 2020
P. 172
kata Ida usai menemui Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra
Dwiputra di lokasi proyek di Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/7/2020).
Dalam kunjungan tersebut, Ida pun memastikan penggunaan TKA dalam PSN harus sesuai
dengan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang diajukan oleh perusahaan
kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Penggunaan tenaga kerja pun dilakukan untuk pos-pos
pekerjaan dengan keahlian yang belum bisa dipenuhi dari tenaga kerja lokal.
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sendiri disebut Ida melibatkan 12.000 pekerja di mana
2.000 di antaranya merupakan TKA dan sisanya merupakan pekerja lokal. Ida pun memastikan
bahwa keterlibatan TKA tidak berlangsung terus-menerus dan setidaknya hanya berlangsung
selama 6 bulan karena terdapat transfer ilmu yang terjadi selama proses berjalannya proyek.
"Saya melihat rasio tenaga kerja asing dan lokal sudah 1 banding 5 dan ini pun untuk waktu
yang terbatas yakni 6 bulan. Setelah itu ada transfer of knowledge dan selanjutnya akan digarap
oleh tenaga kerja kita," lanjut Ida.
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sendiri ditargetkan dapat rampung pada akhir 2021 dan
bisa mulai beroperasi pada 2022 mendatang. Sampai Februari, pengerjaan proyek tercatat telah
mencapai 44 persen dengan proses pembebasan lahan yang mencapai 99,96 persen.
Pengerjaan proyek yang berjalan di bawah payung kerja sama Indonesia-China ini sempat
tertunda sebagai imbas dari terbatasnya gerak tenaga kerja asing ke Indonesia. Pengerjaan pun
sempat terhenti selama 2 Maret sampai 20 Maret akibat permasalahan drainase.
Dalam Semester II/2020, orientasi luar negeri mungkin banyak berubah, baik arus ekspor
(outbound komoditas nasional) dan impor (inbound).
"Kelihatannya dua parameter ini secara akumulatif sepertinya cenderung menurun, khususnya
melihat fakta empirik resesinya Singapura dan Korea Selatan dalam waktu dekat yang akan
menekan besaran volume dan nilai arus internasional seaborne trade dari Indonesia," paparnya.
Walaupun masih juga ada potensi stabilisasi dari China yang level ekonominya cenderung
merangkak naik di periode akhir Semester I ini (Mei-Juni 2020).
Dengan demikian, perkiraannya jika dimasukan dalam rasio 40 persen itu mungkin akan
menurun sekitar 15-20 persen (ultimate decrease) maka diperkirakan besaran volume angkutan
logistik laut internasional menjadi sekitar 350 juta pada 2020.
Sementara itu, di wilayah domestik, sensitivitas angkutan maritim domestik terjadi akibat
penurunan angkutan internasional dan juga utamanya akibat menurunnya permintaan angkutan
industri, distribusi antar pulau dan angkutan intra-pulau khususnya di Jawa, Sumatera,
Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku-Maluku Utara dan Papua.
"Bila merujuk pada data pengamatan kami di periode April-Juni 2020, besaran prosentase
penurunan mungkin sekitar kurang dari 10 persen, yang sebenarnya didapat dari besaran
penurunan akibat penurunan sensitivitas internasional sekitar 20 persen, tetapi dikoreksi dengan
fenomena kenaikan angkutan barang di sejumlah wilayah khususnya di Kalimantan, Sulawesi
dan Jawa Timur sekitar 10 persen," ujarnya.
Dengan demikian, berdasarkan perhitungannya, jika diakumulasi ada penurunan volume
aktivitas logistik laut domestik sekitar 150-200 juta ton atau menurun sekitar 15 persen pada
2020..
171

