Page 34 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 FEBRUARI 2019
P. 34
Selain itu, pesantren diberi kebebasan menentukan jurusan keterampilan sesuai
dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat, sehingga betul-betul terjadi link
and match.
Sebelumnya, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemnaker, Bambang
Satrio Leleno, mengatakan untuk membangun fisik satu BLK minimal menghabiskan
uang enam miliar rupiah.
Dengan demikian, untuk membangun 3.000 BLK diperkirakan akan menghabiskan
dana sebesar 18 triliun rupiah. Itu belum termasuk sarana dan prasarana serta
infruktur.
Komitmen Presiden
Seperti diketahui bahwa pada tahun 2017, Kementerian Ketenagakerjaan mengawali
pembangunan BLK Komunitas di 50 pesantren. Tahun 2018 naik menjadi 75. Tahun
2019 naik menjadi 1.000 BLK Komunitas di pesantren.
"Bapak Presiden langsung memberikan arahan untuk membangun 1.000 BLK
Komunitas. Saya sampai kaget karena senang sekali melihat komitmen Presiden
terhadap dunia pesantren yang begitu konkret," kata Menteri Ketenagakerjaan, M
Hanif Dhakiri.
Menurut Hanif, adanya terobosan BLK di pesantren karena Presiden Jokowi paham
betul bahwa dulu orang mondok di pesantren itu gratis. Santri numpang makan di
rumah kiai. Konsekuensinya, selain mengaji, santri harus membantu kegiatan
ekonomi kiai. Kiainya berdagang, santri ikut bantu kiai berdagang. Kiainya bertani,
santri ikut bantu bertani. Dampaknya, selesai dari pesantren, santri tak hanya
menguasai ilmu agama, namun juga menguasai keterampilan kerja.
Page 33 of 76.

