Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 64
Title PERUSAHAAN DIANJURKAN TETAP TERAPKAN BEKERJA DARI RUMAH
Media Name republika.co.id
Pub. Date 21 Mei 2020
https://republika.co.id/berita/qaoswz428/perusahaan-dianjurkan-tetap-t erapkan-bekerja-
Page/URL
dari-rumah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Perusahaan, pelaku bisnis, dan institusi dianjurkan untuk menerapkan kebijakan
bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dibandingkan menyuruh para
pekerjanya masuk kantor secara fisik dan mengenakan masker. Sebab, hal itu dapat
membebani mereka selama masa normal baru pascapandemi Covid-19.
"Akan lebih baik perusahaan dan institusi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah
atau work from home sebagai langkah organisatoris, dibandingkan mewajibkan
semua pekerja masuk kantor sekaligus mengharuskan mereka menggunakan
masker selama bekerja," ujar ahli kesehatan tenaga kerja dari TUV Rheinland
Jerman Andina Bockmeyer dalam seminar daring di Jakarta pada Kamis (21/5).
Andina menjelaskan penggunaan masker selama delapan jam atau lebih lama lagi
akan sangat membebani karyawan sebagai perorangan dalam bekerja. Selain itu,
hal tersebut menimbulkan efek-efek samping terhadap kesehatan.
Ia menyampaikan prinsip implementasi kebijakan-kebijakan yang ditetapkan sesuai
asesmen risiko atau risk assesment adalah prinsip "STOP" yakni Substitusi, Teknis,
Organisatoris dan Perorangan (personal measure).
"Prioritas pertama dalam mengimplementasikan langkah-langkah untuk melindungi
keamanan dan kesehatan tenaga kerja selalu langkah substitusi dan teknis, karena
kedua langkah ini merupakan tindakan efektif dengan cakupan yang paling luas,"
kata Andina.
Dalam situasi pandemi Covid-19 sayangnya tidak bisa diterapkan langkah substitusi.
Sebab, virus ini tidak bisa dihilangkan begitu saja dengan cepat.
"Dengan demikian langkah teknis akan menjadi langkah yang diprioritaskan, diikuti
dengan langkah-langkah organisatoris. Sebagai solusi terakhir, jika langkah-langkah
teknis dan organisatoris tidak memungkinkan untuk dijalankan maka barulah
ditetapkan langkah perorangan," ujar ahli kesehatan tenaga kerja tersebut.
Andina mengungkapkan alasan langkah perorangan sebagai solusi terakhir. Sebab,
langkah perorangan selalu memiliki efek samping yang bisa memberatkan karyawan
Page 63 of 141.

