Page 158 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 SEPTEMBER 2021
P. 158
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan
Kabupaten Indramayu terkait informasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) asal
Indramayu, Rokayah (40 tahun), yang ingin pulang ke kampung halamannya lantaran sakit.
PULANGKAN ROKAYAH, KEMNAKER KOORDINASI DENGAN DISNAKER INDRAMAYU
INFO NASIONAL-- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah berkoordinasi dengan Dinas
Ketenagakerjaan Kabupaten Indramayu terkait informasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah
(PMIB) asal Indramayu, Rokayah (40 tahun), yang ingin pulang ke kampung halamannya
lantaran sakit.
"Kami sudah melakukan koordinasi awal. Ini juga sesuai dengan instruksi Bu Menteri Ida
Fauziyah yang meminta agar kasus PMI asal Indramayu ini cepat direspons," ujar Direktur
Jenderal Binapenta Kemnaker, Suhartono, di Jakarta, Selasa, 28 September 2021.
Suhartono menyatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, Rokayah diberangkatkan oleh
perseorangan dalam keadaan sakit. Sebelum berangkat, Rokayah menerima uang fee dari
sponsor sebesar Rp 8 juta. Dengan fee tersebut, Rokayah akhirnya mau diberangkatkan ke Irak.
"Kami tak pernah bosan mengimbau semua masyarakat untuk berhati-hati dan waspada bujuk
rayu dari sponsor atau calo untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah dan gaji tinggi serta
adanya uang fee dari sponsor atau calo,” ucap Suhartono.
Selain itu, kata Suhartono, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri
terkait permasalahan Rokayah tersebut.
"Ketua SBMI Indramayu, Juwarih, juga sebelumnya sudah melaporkan hal tersebut kepada
Kemlu via Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia
(BHI)," ucapnya.
Menurutnya, hingga saat ini kasusnya masih terus diupayakan penyelesaiannya oleh pihak
Kementerian Luar Negeri. “Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan pemulangannya
sesuai dengan ketentuan dan prosedur," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam koordinasi tersebut, pihaknya meminta agar Disnaker
Indramayu bersama keluarga Rokayah atau SBMI Indramayu untuk melaporkan kasus ini kepada
pihak Kepolisian setempat. Hal ini mengingat adanya indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO).
"Sesuai hasil koordinasi dengan Kemlu, KBRI sudah dapat menghubungi Rokayah dan
majikannya, dan Rokayah telah dibawa ke Rumah Sakit dengan didampingi staf KBRI," kata
Suhartono.
Selain itu, KBRI akan mengupayakan agar Rokayah dapat tinggal sementara waktu di shelter
KBRI. Sambil menunggu koordinasi dengan otoritas setempat untuk memeriksa status
keimigrasian dan status kontrak kerja Rokayah.(*)
157

