Page 144 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 ApRIL 2019
P. 144

Title         KSPSI: YANG BEBANI PENGUSAHA BUKAN UPAH, TAPI REGULASI PEMERINTAH
                Media Name    bisnis.com
                Pub. Date     29 April 2019
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20190429/9/916938/kspsi-yang-bebani-pe ngusaha-
                Page/URL
                              bukan-upah-tapi-regulasi-pemerintah
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative






               BANDUNG -- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menilai keluhan
               dari sebagian pelaku industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Jawa Barat yang
               menilai upah pekerja terlalu mahal sehingga membebani finansial perusahaan
               adalah tidak relevan.

               "Berbicara upah, di Jawa Tengah juga sama saja. Persoalannya bukan upah," kata
               Ketua KSPSI, Roy Jinto, Senin (29/4/2019).

               Roy mengaku, dirinya dalam beberapa kesempatan pernah berdiskusi dengan
               pengusaha industri TPT. Dari hasil diskusinya, ia menyimpulkan persoalan utama
               bukan berada pada upah yang menjadikan beban finansial bagi perusahaan,
               melainkan kebijakan pemerintah yang menyebabkan cost produksi meningkat.

               "Bagi perusahaan (TPT) cost upah di Jawa Barat itu masih rendah," ujarnya.

               Justru, Roy menilai perusahaan pastinya sudah menghitung matang-matang nilai
               operasional sebelum proses produksi per tahun dilakukan. Pasalnya, pemerintah
               sendiri telah menetapkan Upah Minimum Kota/kabupaten (UMK) yang dapat
               menjadi acuan beban perusahaan untuk membayar upah buruh.

               Namun, masalah keuangan muncul ketika pemerintah tak membawa kenyamanan
               bagi para pengusaha. Di antaranya adalah kebijakan pajak dan impor.

               "Menurut kami persoalan itu dari proses perizinan yang begitu panjang, adanya
               pungli, suku bunga yang tinggi, dan pajak industri yang terlalu besar," tutur Roy.

               Lebih dari itu, ia pun menilai bahwa pemerintah tak memberikan kontrol yang
               memihak pada pengusaha tentang masuknya barang TPT impor.

               "Karena hanya pemerintah yang punya fungsi mengontrol impor," ujar dia.

               Senada dengan Roy, Hermawan, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)
               1992 Kota Bandung juga mengatakan kalau upah tidak menjadi masalah utama
               dalam urusan finansial perusahaan.

               "Karena cost untuk industri pengusaha sudah ada takarannya dari pemerintah
               (UMK). Jadi (tudingan soal beban upah terlalu tinggi) sebetulnya itu hanya
               mengada-ada saja," kata Hermawan dihubungi terpisah.



                                                      Page 143 of 159.
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149