Page 113 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 113
negative - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur)
Disisi lain, pengusaha yang akan membuka lowongan pekerjaan juga berfikir lagi dengan
besarnya kenaikan upah yang dipaksakan tersebut. Sehingga akan terjadi perlambatan perluasan
kesempatan kerja baru
neutral - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur) Selain
itu upah yang terlalu tinggi juga bisa berpengaruh pada indeks daya saing Indonesia dan juga
kepastian hukum di Indonesia, sehingga mempengaruhi kepercayaan investor dan bisnis
Ringkasan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto
mengungkapkan, penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota ( UMK ) 2022, naik rata-rata
sebesar Rp 75.000 atau 1,75 persen, dianggap sangat memberatkan pengusaha.
POLEMIK UMK JATIM 2022, KADIN: PENGUSAHA DAN BURUH SAMA BERAT
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto
mengungkapkan, penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota ( UMK ) 2022, naik rata-rata
sebesar Rp 75.000 atau 1,75 persen, dianggap sangat memberatkan pengusaha.
"Ini keputusan yang berat bagi pengusaha. Terlebih situasinya juga masih pandemi. Dan
sebenarnya juga berat bagi buruh dan pemerintah. Namun keputusan tersebut harus kita
hargai," ujarnya, Rabu (1/12/2021).
Menurutnya, angka kenaikan Rp 75 ribu itu mungkin adalah angka kebersamaan karena
pemerintah juga harus mengakomodir tuntutan buruh.
"Kalau ada buruh yang keberatan, jangan lakukan lagi aksi demo lagi, saya sarankan kembali
bekerja dan salurkan aspirasi itu melalui jalur hukum," ucapnya.
Adik melanjutkan, begitu juga dengan teman-teman pengusaha, kalau ada yang tidak setuju,
silakan menempuh jalur hukum. "Yang terpenting kita harus bisa menjaga stabilitas ekonomi
Jatim," ujarnya.
Adik mengatakan, keberatan tersebut juga merujuk pada Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun
2021 tentang pengupahan. Dalam PP tersebut dijelaskan adanya ketentuan tidak ada kenaikan
upah untuk lima daerah yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten
Mojokerto.
"Upah di lima kabupaten kota tersebut dianggap sudah melampaui batas maksimal sehingga
ketika ada kenaikan upah kembali, akan sangat memberatkan pengusaha dan akan menimbulkan
disparitas upah yang cukup dalam dengan kota lain, misalnya dengan upah di daerah Jawa
Tengah," ucapnya.
Adik mencontohkan, upah di Surabaya dan Solo. Tahun ini UMK Surabaya sebesar Rp
4.300.479,19 dan di 2022 menjadi Rp 4.375.479,19, naik Rp 75.000. Sementara UMK Solo 2021
sebesar Rp 2.013.810 dan di 2022 menjadi Rp 2.034.810, naik sebesar Rp 21.000.
"Artinya, disparitas upah antara Surabaya dengan solo mencapai lebih dari Rp 2,3 juta," katanya.
112

