Page 326 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 326

Department of Justice and Police (FDJP) State Secretariat for Migration SEM, Dubes Vincenzo
              Mascioli di Bundeshaus West, Bern, Swiss.
              "Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
              kerja  Indonesia  di  negara-negara  mitra  kawasan  Eropa,"  ujar  Dirjen  Suhartono  dalam
              keterangannya.

              Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara
              Indonesia  dan  European  Free  Trade  Association  (Indonesia-EFTA  CEPA)  yang  telah
              ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalisasikan pada 2019.

              Kedua negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda usia 18
              - 35 tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara.

              Namun, dengan tetap memperhatikan aturan, khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang
              berlaku  di  kedua  negara.  Penempatan  dilakukan  dengan  basis  kuota  maksimal  50  orang
              profesional muda dalam setiap tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan
              pekerja.

              Suhartono mengatakan skema ini telah dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra
              kerjasamanya,  salah  satunya  dengan  Indonesia.  Kesepakatan  pemerintah  Indonesia  dengan
              pemerintah  Swiss  ini,  adalah  sangat  strategis  bagi  Indonesia,  terutama  dalam  rangka
              memperluas kesempatan kerja, khususnya di luar negeri.

              Terlebih lagi untuk sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat
              dari segi upah, kondisi pekerjaan ataupun kondisi hubungan industrial antara pemberi kerja dan
              tenaga kerja. Hal ini berarti juga bahwa, kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia
              terbuka lebar di Swiss.

              Tujuannya  pada  akhirnya  untuk  menurunkan  angka  pengangguran  Indonesia,  meningkatkan
              taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

              Di lain pihak, kesepakatan ini juga menjadi peluang bagi Indonesia, untuk lebih percaya diri
              dalam menggali peluang-peluang kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain. Suhartono
              berujar kedua negara akan kembali duduk bersama untuk membicarakan perjanjian teknis, untuk
              dapat memaksimalkan pemanfaatan kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara.

              Dubes  RI  untuk  Swiss,  Muliaman  Hadad,  bersama  dengan  perwakilan  dari  Kementerian
              Perdagangan RI dan Direktur Ketenagakerjaan Bappenas turut menyaksikan penandatanganan
              tersebut. Pihak Swiss yang turut hadir yaitu Head of Division Labor Market SEM, FDJP dan Head
              of Division dari State Secretariat for Economic Affairs SECO.

              "Seperti diketahui, Indonesia-EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan
              implementasi  program  Young  Professional  ini  dapat disegerakan  sehingga  dapat  mendukung
              Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua belah pihak," ujar Muliaman Hadad.















                                                           325
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331