Page 324 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 324
“Keputusan kenaikan UMK di Jawa Timur Tahun 2022 ini diambil dengan memperhatikan rasa
keadilan, mempertimbangkan kondisi perekonomian, serta menjamin kondisi sektor industri
serta ketenagakerjaan yang kondusif di Jawa Timur,” kata Khofifah, Rabu (1/12/2021).
Ia menjelaskan, penetapan upah minimum ini merupakan suatu standar minimum yang
ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1
tahun pada perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan bagi pekerja/buruh dengan masa kerja
di atas 1 tahun, maka pengupahan yang berlaku dengan menggunakan struktur dan skala upah
dan tidak boleh ada pengurangan upah yang sudah berjalan.
Agar ketetapan upah minimum diterapkan secara seksama, Khofifah pun mengingatkan
perusahaan-perusahaan untuk memperhatikan gaji karyawan dengan masa kerja di atas satu
tahun.
Untuk perhitungan upah minimum tahun 2022 sendiri, menggunakan formula sesuai PP 36
Tahun 2021. Perhitungan ini, menggunakan data-data statistik yang dirilis BPS sebagai dasar
perhitungan penyesuaian UMK tahun 2022.
Namun, khusus 5 kabupaten/kota yang masuk ring satu yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik,
Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan upah minimumnya diusulkan oleh bupati/ walikota dengan
pertimbangan merupakan daerah padat industri.
“Beberapa data yang menjadi dasar perhitungan yaitu Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan
Menurut Kab/Kota Tahun 2021, Rata-rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) Menurut
Kab./Kota Tahun 2021, dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) Berumur 15
Tahun ke Atas yang Bekerja Sebagai Buruh/Karyawan per Rumah Tangga Menurut Kab./Kota
Tahun 2021,” urainya.
Adapun pada penetapan UMK Tahun 2022, sebanyak 5 kabupaten/kota di ring satu mengalami
kenaikan UMK Tahun 2022 senilai 1,74 1,75 persen atau Rp 75.000,00. Sedangkan 33 kab/kota
lainnya, penetapan UMK Tahun 2022 sesuai dengan PP 36 Tahun 2021.(mkr)
323

