Page 327 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 327
Judul Soal Kenaikan UMK 2022, Kadin Jatim Menilai Berat Bagi Pengusaha
Nama Media rri.co.id
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://rri.co.id/surabaya/ekonomi/1278233/soal-kenaikan-umk-2022-
kadin-jatim-menilai-berat-bagi-pengusaha
Jurnalis Ermina Jaen
Tanggal 2021-12-01 19:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur) Ini
keputusan yang berat bagi pengusaha. Terlebih situasinya juga masih pandemi. Dan sebenarnya
juga berat bagi buruh dan pemerintah. Namun keputusan tersebut harus kita hargai. Karena
menurut saya, angka kenaikan Rp 75 ribu itu mungkin adalah angka kebersamaan karena
pemerintah juga harus mengakomodir tuntutan buruh. Kalau ada buruh yang keberatan, jangan
lakukan lagi aksi demo lagi, saya sarankan kembali bekerja dan salurkan aspirasi itu melalui jalur
hukum, begitu juga dengan teman-teman pengusaha, kalau ada yang tidak setuju, silahkan
menempuh jalur hukum. Yang terpenting kita harus bisa menjaga stabilitas ekonomi Jatim
neutral - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur) Kita
ambil contoh upah di Surabaya dan Solo. Tahun ini UMK Surabaya sebesar Rp 4.300.479,19 dan
di tahun 2022 menjadi Rp 4.375.479,19, naik Rp 75.000. Sementara UMK Solo tahun 2021
sebesar Rp 2.013.810 dan di tahun 2022 menjadi Rp 2.034.810, naik sebesar Rp 21.000. Artinya,
disparitas upah antara Surabaya dengan solo mencapai lebih dari Rp 2,3 juta
negative - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur)
Sehingga ini sangat mengganggu daya saing produk yang dihasilkan industri di Jatim. Untik itu,
kami berharap tahun depan harus ada kepastian hukum. Jika sudah ditetapkan tidak ada
kenaikan ya harusnya tidak naik. Kalau di tahun depan masih tidak ada kepastian, ya
kemungkinan akan ada banyak industri di Jatim yang merelokasi perusahaannya, geser ke
daerah yang UMK-nya relatif rendah dan bisa ditoleransi. Sekarang kan akses tol sudah banyak
negative - Adik Dwi Putranto (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur)
Disisi lain, pengusaha yang akan membuka lowongan pekerjaan juga berfikir lagi dengan
besarnya kenaikan upah yang dipaksakan tersebut. Sehingga akan terjadi perlambatan perluasan
kesempatan kerja baru
326

