Page 328 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 328
Ringkasan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan upah minimum kabupaten
kota (UMK) 2022 pada Selasa (30/11/2021) rata-rata sebesar Rp 75.000 atau 1,75 persen. Atas
keputusan tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi
Putranto menyatakan sangat memberatkan pengusaha.
SOAL KENAIKAN UMK 2022, KADIN JATIM MENILAI BERAT BAGI PENGUSAHA
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan upah minimum kabupaten
kota (UMK) 2022 pada Selasa (30/11/2021) rata-rata sebesar Rp 75.000 atau 1,75 persen. Atas
keputusan tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi
Putranto menyatakan sangat memberatkan pengusaha.
"Ini keputusan yang berat bagi pengusaha. Terlebih situasinya juga masih pandemi. Dan
sebenarnya juga berat bagi buruh dan pemerintah. Namun keputusan tersebut harus kita hargai.
Karena menurut saya, angka kenaikan Rp 75 ribu itu mungkin adalah angka kebersamaan karena
pemerintah juga harus mengakomodir tuntutan buruh.
Kalau ada buruh yang keberatan, jangan lakukan lagi aksi demo lagi, saya sarankan kembali
bekerja dan salurkan aspirasi itu melalui jalur hukum, begitu juga dengan teman-teman
pengusaha, kalau ada yang tidak setuju, silahkan menempuh jalur hukum. Yang terpenting kita
harus bisa menjaga stabilitas ekonomi Jatim," tegas Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu
(1/12/2021).
Keberatan tersebut juga merujuk pada Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang
pengupahan. Dalam PP tersebut dijelaskan adanya ketentuan tidak ada kenaikan upah untuk 5
kabupaten kota, yaitu kota Surabaya, kabupaten Sidoarjo, kabupaten Gresik, kabupaten
Pasuruan dan kabupaten Mojokerto.
Upah di lima kabupaten kota tersebut dianggap sudah melampaui batas maksimal sehingga
ketika ada kenaikan upah kembali, akan sangat memberatkan pengusaha dan akan menimbulkan
disparitas upah yang cukup dalam dengan kota lain, misalnya dengan upah di daerah Jawa
Tengah.
"Kita ambil contoh upah di Surabaya dan Solo. Tahun ini UMK Surabaya sebesar Rp 4.300.479,19
dan di tahun 2022 menjadi Rp 4.375.479,19, naik Rp 75.000. Sementara UMK Solo tahun 2021
sebesar Rp 2.013.810 dan di tahun 2022 menjadi Rp 2.034.810, naik sebesar Rp 21.000. Artinya,
disparitas upah antara Surabaya dengan solo mencapai lebih dari Rp 2,3 juta," katanya.
Sementara industri di Jateng memiliki banyak kesamaan dengan industri yang ada di Jatim,
termasuk pasarnya juga sama. Sehingga hal ini akan berpengaruh pada daya saing produk yang
dihasilkan.
"Sehingga ini sangat mengganggu daya saing produk yang dihasilkan industri di Jatim. Untik itu,
kami berharap tahun depan harus ada kepastian hukum. Jika sudah ditetapkan tidak ada
kenaikan ya harusnya tidak naik. Kalau di tahun depan masih tidak ada kepastian, ya
kemungkinan akan ada banyak industri di Jatim yang merelokasi perusahaannya, geser ke
daerah yang UMK-nya relatif rendah dan bisa ditoleransi. Sekarang kan akses tol sudah banyak,"
tegas Adik.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebenarnya upah tinggi akan berdampak negatif terhadap upaya
pemerintah dalam melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi, baik daerah maupun nasional.
327

