Page 359 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 359
Judul UMK Sukoharjo Dibawah KHL, Buruh Kecewa | Ekonomi
Nama Media gatra.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.gatra.com/detail/news/530012/ekonomi/umk-sukoharjo-
dibawah-khl-buruh-kecewa
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-12-01 19:11:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Sukarno (Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo) Jujur kami
sangat kecewa dengan SK gubernur, harapan kita diatas Rp 2,4 juta sesuai dengan KHL
neutral - Sukarno (Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo) Harapan kita ada
aksi, tapi ini masih dalam proses koordinasi dengan rekan-rekan
negative - Agustinus Setiyono (Kepala Disperinaker Sukoharjo) Kebijakan sudah keluar dan tidak
akan bisa diubah lagi. Kami harap semua pekerja bisa menerima keputusan UMK 2022. Nanti
berikutnya, kami akan segera bertemu dengan manajemen perusahaan dan perwakilan pekerja
untuk sosialisasi terkait aturan baru UMK 2022 agar dipatuhi
Ringkasan
Para buruh di Sukoharjo mengaku kecewa dengan keputusan penetapan upah minimum
kabupaten atau UMK Sukoharjo 2022 oleh Pemprov Jateng. Sebab angka yang ditetapkan untuk
UMK 2022 jauh di bawah kebutuhan hidup layak (KHL). Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia
(SPRI) Sukoharjo, Sukarno mengatakan, sudah mendapatkan informasi terkait UMK 2022 yang
ditetapkan senilai Rp1.998.153, hanya naik Rp 11.000 dibandingkan UMK 2021. Sehingga
penetapan tersebut membuat serikat pekerja kecewa.
UMK SUKOHARJO DIBAWAH KHL, BURUH KECEWA | EKONOMI
Para buruh di Sukoharjo mengaku kecewa dengan keputusan penetapan upah minimum
kabupaten atau UMK Sukoharjo 2022 oleh Pemprov Jateng. Sebab angka yang ditetapkan untuk
UMK 2022 jauh di bawah kebutuhan hidup layak (KHL).
Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo, Sukarno mengatakan, sudah
mendapatkan informasi terkait UMK 2022 yang ditetapkan senilai Rp1.998.153, hanya naik Rp
11.000 dibandingkan UMK 2021. Sehingga penetapan tersebut membuat serikat pekerja kecewa.
358

