Page 448 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 448

"Evaluasi  harus  terus  dilakukan  untuk  mengetahui  bagaimana  dampak  dari  suatu  program,"
              ujarnya.
              Sementara itu, Febrio menyebutkan secara kumulatif jumlah penerima program Kartu Prakerja
              sejak  2020  sampai  30  September  2021  sudah  mencapai  12  juta  orang  yang  tersebar  di  34
              Provinsi, 514 kabupaten/kota di Indonesia.

              Untuk alokasi program Kartu Prakerja pada 2020 adalah sebesar Rp20 triliun yang terealisasi
              melalui 11 batch dengan 5,9 juta penerima senilai Rp13,4 triliun.

              Untuk tahun 2021, alokasi program Kartu Prakerja mencapai Rp21,2 triliun yang semula Rp20
              triliun  dengan  target  penerima  manfaat  sebanyak  5,7  juta  orang  dan  realisasi  per  Oktober
              mencapai Rp9,42 triliun bagi 2,7 juta peserta.

              Menurutnya, program Kartu Prakerja ini sekaligus merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam
              penanganan COVID-19 sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

              Febrio mengatakan Kartu Prakerja kita tidak hanya menjadi sarana transfer dana dari pemerintah
              ke masyarakat namun turut menawarkan skill development.

              "Ini  menjadi  fondasi  dalam  meraih  kesempatan  kerja  yang  lebih  luas  terutama  pada  saat
              kegiatan ekonomi masih seperti sekarang ini," tegasnya.

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

              Program  Kartu  Prakerja  pun  disebut  mampu  meningkatkan  setidaknya  empat  manfaat  bagi
              penerimanya,  yakni  dari  sisi  kebekerjaan,  pelatihan  dan  kompetensi,  ketahanan  pangan  dan
              layanan  keuangan.  Program  ini  bahkan  mampu  mendorong  penerima  manfaat  untuk  tidak
              mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.

              Fakta-fakta itu terungkap dalam hasil studi Impact Evaluation of Kartu Prakerja oleh Vivi Alatas
              (Asakreativita), Rema Hanna (Harvard Kennedy School), Achmad Maulana (Prospera), Benjamin
              Olken (MIT), Elan Satriawan (TNP2K), dan Sudarno Sumarto (TNP2K), dengan dukungan dari
              Pemerintah Australia, USAID, serta the Bill & Melinda Gates Foundation.

              Ekonom TNP2K Elan Satriawan menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui penyebaran Survei
              Endline J-PAL secara daring dengan responden mencapai 47 ribu responden pendaftar Kartu
              Prakerja (penerima maupun non penerima) dari Agustus-Oktober 2021.

              Selain data Survei Endline, analisis evaluasi dampak juga menggunakan Data Survei Nasional
              seperti SUSENAS September 2020 dan SAKERNAS Agustus 2020 yang digabungkan dengan data
              administratif Manajemen Pelaksana, bekerja sama dengan BPS dan TNP2K.

              "Berdasarkan  data  Survei  Endline,  secara  rata-rata,  pendaftar  yang  memenuhi  syarat  dan
              menerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  4,7  poin  persentase  (pp)  lebih  tinggi  untuk
              memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
              menerima  program.  Hasil  ini  menunjukkan  peningkatan  8  persen  dalam  kebekerjaan,"  kata
              Direktur Ilmiah J-PAL Asia Tenggara sekaligus Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies,
              Harvard Kennedy School Rema Hanna.

              Selain  itu, pendaftar yang  menerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  2,8 pp  atau  setara
              peningkatan 12 persen untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha
              atau peningkatan sebesar 30 persen, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18 persen) lebih tinggi
              untuk memulai pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.




                                                           447
   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453