Page 449 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 449
"Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan
sekitar Rp 122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
pada penerima Kartu Prakerja," ungkap Rema.
Dari sisi pelatihan dan kompetensi, Penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 11,7 pp (172
persen) lebih tinggi untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan. Mereka
memiliki probabilitas 119,4 persen lebih tinggi untuk mengikuti pelatihan apa pun dalam
beberapa bulan terakhir, termasuk pelatihan Kartu Prakerja dan non-Kartu Prakerja. Penerima
Kartu Prakerja juga memiliki probabilitas 4,0 pp (10 persen) lebih tinggi untuk menggunakan
internet untuk pekerjaan mereka.
Benjamin Olken, profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus
Direktur J-PAL, yang juga menjadi penulis kajian penelitian ini, memaparkan bahwa dari aspek
ketahanan pangan dan keuangan, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,9 pp lebih
tinggi untuk melaporkan bahwa mereka aman (secure) dari segi pangan, yang menunjukkan
peningkatan ketahanan pangan sebesar 6 persen.
Menurutnya, sebanyak 54 persen penerima program melaporkan tidak pernah makan lebih
sedikit dari biasanya dalam 3 bulan terakhir karena kesulitan keuangan, dibandingkan dengan
51 persen non-penerima.
"Para penerima Kartu Prakerja juga memiliki probabilitas 2,6 pp (8 persen) lebih rendah untuk
mengambil pinjaman dalam 3 bulan terakhir untuk mengatasi kesulitan keuangan dan memiliki
probabilitas 1,6 pp (21 persen) lebih tinggi untuk membeli aset dalam beberapa bulan terakhir,"
ungkapnya.
Sementara itu, dari sudut pandang layanan keuangan, Penerimaan Kartu Prakerja meningkatkan
kepemilikan e-wallet sebesar 27.8 poin persentase (53 persen). Sebanyak 80 persen penerima
Kartu Prakerja memiliki akun e-wallet, dibandingkan dengan 52 persen non-penerima pada
Survei Endline.
Selanjutnya, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 10,5 pp (40 persen) lebih tinggi untuk
belanja online menggunakan e-wallet dalam sebulan ke belakang, dan Survei Endline juga
menunjukkan peningkatan substansial dalam penggunaan e-wallet untuk kebutuhan lainnya.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari
mengaku lega atas hasil positif dari Studi JPAL ini.
"Penelitian dapat dijadikan bukti bagi skeptisme terhadap Kartu Prakerja. Apalagi, ini merupakan
studi yang dilakukan secara independen, bukan atas biaya dari Manajemen Prakerja,"
tegasnya.Denni menyatakan, pihaknya melakukan berbagai inovasi sehingga mendapatkan
outcome yang sangat baik seperti hasil Studi J-PAL ini.
"Kami menciptakan sistem yang mudah diakses. Layanan 100 persen digital yang didukung oleh
cloud computing. Tapi teknologi hanya alat, butuh orang yang tepat untuk mengoperasikan,
serta kebijakan yang tepat. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Menko Perekonomian
Airlangga Hartarto dan seluruh tim Kemenko Perekonomian," kata Denni.
Tenaga Ahli Utama Deputi Perekonomian Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengingatkan bahwa
dari Kartu Prakerja hadir pada sisi 'supply' ketenagakerjaan, yakni menyediakan tenaga kerja
yang memiliki kompeten. Sedangkan untuk urusan penyerapan tenaga kerja, kaitannya pada
penyediaan lapangan kerja, sebagaimana menjadi tujuan lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja.
448

