Page 456 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 456
Tenaga Ahli Utama Deputi Perekonomian Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengingatkan bahwa
dari Kartu Prakerja hadir pada sisi ‘supply’ ketenagakerjaan, yakni menyediakan tenaga kerja
yang memiliki kompeten. Sedangkan untuk urusan penyerapan tenaga kerja, kaitannya pada
penyediaan lapangan kerja, sebagaimana menjadi tujuan lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja.
“Namun harus diingat, jangan semua dibebankan pada Kartu Prakerja. Program ini bukan
menggantikan sisi pendidikan formal. Pelatihan dalam Program Kartu Prakerja adalah pelengkap
pendidikan formal serta pelatihan-pelatihan lain yang sudah ada,” kata Edy.
Adapun penanggap diskusi lainnya, Ekonom Bank Dunia Maria Monica Wihardja menekankan
peran Kartu Prakerja dalam meningkatkan probabilitas memiliki usaha. Temuan ini menurut
Monica selaras dengan publikasi bertajuk the Covid-19 Digital Merchant Survey, yang
menemukan bahwa penerima bantuan memanfaatkan insentif untuk berbagai hal seperti modal
usaha, konsumsi, dan tabungan.
Bank Dunia baru-baru ini juga meluncurkan publikasi bertema “Pathways to Middle Jobs in
Indonesia”. Dalam publikasi itu lembaga ini menyoroti bahwa Indonesia bukanlah negara yang
tidak bisa menciptakan pekerjaan.
Persoalannya adalah, pekerjaan yang tercipta itu tidak pada sektor yang produktif sehingga tidak
mampu mendorong pemilik usaha atau pekerja mandiri masuk dalam level kelas menengah.
“Saat ini di Indonesia ada 47 persen pekerja mandiri yang bersiap masuk ke level kelas
menengah namun mereka belum bisa mencapai level itu,” kata Monica.
Merujuk fakta bahwa 90% angkatan kerja kita belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat,
Kepala Tim Kebijakan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan (TNP2K) Raden Muhamad Purnagunawan, mengapresiasi hadirnya Kartu Prakerja
sebagai jembatan peningkatan kapasitas angkatan kerja kita.
“Mengapa mayoritas angkatan kerja kita belum pernah ikut pelatihan? Masalahnya bisa jadi
karena mereka tidak punya dana, atau pelatihannya tidak ada yang sesuai. Di sinilah Kartu
Prakerja memberikan kemampuan untuk membayar ikut pelatihan dan juga memberikan pilihan
pelatihan yang banyak,” Purnagunawan menekankan bahwa kita punya banyak sistem beasiswa
pendidikan, tapi beasiswa pelatihan masih sangat sedikit.
“Padahal pengembangan skill melalui pelatihan secara digital ini masih sangat luas
kemungkinannya untuk ditingkatkan,” pungkasnya.
455

