Page 48 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 48

Menurut Roy, kenaikan UMK di Jabar hanya mengalami kenaikan antara 0,84 hingga 1,09 persen.
              Besaran itu sesuai dengan ketentuan PP No 36/2021. Tak hanya itu, sebanyak 11 kota kabupaten
              bahkan tak mengalami kenaikan untuk UMK 2022.

              Padahal, kata Roy, jelas putusan MK amar ke 7 bahwa pemerintah tidak boleh mengeluarkan
              kebijakan  program  strategis  dan  berdampak  luas.  Sementara  PP  36/2021  jelas  bahwa
              pengupahan merupakan program strategis Nasional yang pastinya berdampak luas. "Termasuk
              kami  juga  akan  melakukan  mogok  masal  sebagai  perlawanan  kepada  putusan  tersebut,"
              tegasnya.

              Kalangan buruh di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus gigit jari dengan
              keputusan tersebut.

              Di Kota Cimahi, UMK Tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 3.272.668 atau hanya naik sekitar 0,95
              persen dari tahun 2021 yang mencapai Rp 3.241.919. Penetapan itu jauh di bawah rekomendasi
              yang disampaikan Pemkot Cimahi yang mencapai Rp 3.517.492.
              Reaksi keras juga muncul dari Kabupaten Bandung Barat lantaran sama sekali tidak mengalami
              kenaikan. UMK tahun 2022 tetap Rp 3.248.283.

              Padahal sebelumnya Pemkab Bandung Barat merekomendakikan Rp 3.475.663.

              "Gubernur yang punya moto "Buruh Jabar Juara Lahir Batin" hanya omong kosong, jelas kami
              sangat kecewa atas penetapan tersebut," kata Ketua DPC SBSI 92 Kota Cimahi, Asep Jamaludin.
              Putusan yang sudah ditetapkan tersebut, kata dia, membuat buruh geram dan akan melakukan
              perlawanan serta aksi lanjutan lantaran dinilai tak memikirkan nasib pekerja.

              Berdasarkan hasil diskusi sementara bersama para Aliansi Buruh Jabar (AJB), pihaknya akan
              menggugat Ridwan Kamil terkait penetapan UMK Tahun 2022 ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha
              Negara (PTUN).

              "Kami  akan  mempersiapkan  perlawanan  kembali  atas  keputusannya  yang  telah  menolak
              rekomendasi dari wali kota/bupati di atas formulasi PP 36. Kami akan menggugat atas penetapan
              yang telah dilakukan Ridwan Kamil terhadap UMK," tegas Asep.

              Terpisah,  Ketua  DPC  SPN  Kabupaten  Bandung  Barat  Budiman  memastikan  buruh  akan
              melakukan  aksi  lanjutan  untuk  melawan  keputusan  Ridwan  Kamil  yang  mengacuhkan
              rekomendasi dari Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat.

              "Pasti ada gerakan. Kesimpulannya Gubernur Jabar sangat mengecewakan. Jangan harap lah
              jadi presiden. Gak akan ada dukungan penuh," tegasnya.

              Budiman  pun  membandingkan  kebijakan  yang  dibuat  Ridwan  Kamil  dengan  Gubernur  Jawa
              Timur Khofifah Indar Parawansa yang akan membuat diskresi khusus UMK tahun 2022 di Jawa
              Timur.
              Menurutnya, ada 4 atau 5 daerah di Jawa Timur yang tak naik upahnya tahun depan.


              Namun  hasil  kesepakatan  bersama  kalangan  buruh,  Pemprov  Jatim  akan  membuat  diskresi
              khusus.

              "Nah kalau Gubernur Jabar tidak menggunakan hak diskresi. Harusnya rekomendasi bupati/wali
              kota dipertimbangkan, pakai hak diskresinya," jelas Budiman.




                                                           47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53