Page 63 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 63

Meski UMK yang ditentukan belum sesuai usulan para buruh, serikat pekerja berharap UMK ini
              betul-betul membuat pengusaha di Kota Bengawan bisa bangkit dan tidak ada lagi buruh yang
              dibayar di bawah UMK.

              “Kami menyayangkan ketentuan ini. Karena ternyata kami yang bicara dengan data dan tanpa
              unjuk rasa malah tidak dianggap,” ungkap Ketua Serikat Pekerjaan Seluruh Indonesia (SPSI)
              Solo Wahyu Rahadi, kemarin.

              Wahyu menjamin para buruh di Kota Solo akan menerima keputusan ini dengan kondusif. Tanpa
              melakukan  aksi.  Namun  dia  berharap  semua  aktivis  buruh  harus  belajar  mengubah  pola
              perjuangannya di Kota Solo. Sebab diam tidak mengubah apapun.

              “Karena nasi sudah menjadi bubur. Kami tidak akan melakukan aksi,” sambungnya.

              Disinggung soal buruh yang dibayar di bawah UMK, Wahyu menyebut masih ada fenomena itu
              jika ditelisik lebih jauh. Menurut dia, yang harus diangkat adalah upah bagi usaha mikro dan
              UMKM. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021, upah boleh dibayar sebesar
              25 persen di atas nilai garis kemiskinan. Atau sebesar 50 persen dari rata-rata konsumsi per
              kapita.

              “Ini  adalah  perbudakan  baru.  Dalam  SE  Menaker  soal  penjelasan  teknis  penetapan  UMK,
              sekarang ada upah untuk buruh usaha mikro dan UMKM. Ketentuannya, usaha kecil penjualan
              per tahun sampai batas Rp 15 miliar. Artinya, usaha dengan omzet kurang dari Rp 15 miliar per
              tahun boleh membayar upah Rp 600-800 ribu. Itu untuk Solo,” jelasnya.

              Sementara itu, Sekretaris Apindo Solo, Wahyu Haryanto merespons keluhan para buruh tersebut.
              Dia menekankan kenaikan UMK di Kota Solo termasuk tertinggi dibandingkan kabupaten lain di
              Solo dan sekitarnya. Dia mengajak para buruh untuk menerima ketentuan ini agar percepatan
              ekonomi di Solo cepat pulih.

              “Mari kita sama-sama menjaga hubungan industrial ini. Supaya perekonomian kembali pulih. Toh
              gubernur sudah memutuskan besaran UMK ini. Mari dihormati keputusan gubernur. Nominalnya
              ini juga sudah sesuai formasi PP Nomor 36 Tahun 2021,” ujarnya.

              Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Surakarta Agus Sutrisno berjanji akan segera
              menyosialisasi terlebih dahulu soal UMK setelah ditetapkan guberur. Baru setelah itu melakukan
              pembinaan.

              (rud/din/aya/bun)

























                                                           62
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68