Page 65 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 65

"Kita  rekomendasikan  keinginan  buruh,  tapi  gubernur  'melihat  aturan  yang  ada  sekarang,
              ternyata UMK kita sudah melebihi batas atas sesuai PP 36," tuturnya.
              Kabupaten Bogor bukan satu-satunya daerah yang tak mengalami kenaikan UMK. Banyak daerah
              lain  yang  UMK  eksistingnya  juga  sudah  melewati  batas  atas,  dan  berdasarkan  Keputusan
              Gubernur Jawa Barat Nomor 561/ Kep.732-Kesra/2021 tanggal 30 November 2021 tentang Upah
              Minimum Kabupaten/ Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, tak mengalani kenaikan
              Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja mengatakan penetapan ini tidak
              terlepas dari beberapa dasar_peraturan.

              Yakni Undang-undang (UU) Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 23 tahun
              2014 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan_ Peraturan
              Pemerintah  RI  No.36  tahun  2021  tentang  Pengupahan  serta  beberapa  surat  Menteri
              Ketenagakerjaan.

              Dasar lainnya adalah rekomendasi besaran penyesuaian nila upah minimum kabupaten/kota dari
              27 bupati dan wali kota seluruh Jawa Barat serta berita acara Dewan Pengupahan,

              "Tentu saja bahwa hal ini 'menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,"
              ucap  Setiawan  Menurut  Setiawan,  Gubernur  Ridwan  Kamil  turut  bersimpati  dan  berempati
              terhadap hal ini lantaran rumu: rumus di dalam perhitungan dikeluarkannya UMK ini didasarkan
              kepada  peraturan  pemerintah  dan  tidak  diberikan  ruang  terhadap  diskresi  daerah  untuk
              menetapkan lebih dari itu.

              "Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus_memperbaiki peraturan ini
              di dalam dua tahun," jelas Setiawan.

              Kendati begitu, lanjut Setiawan, selama dua tahun i seluruh peraturan yang te kait dengan UU
              Cipta Kerja dan seluruh turunannya masih tetap berlaku termasuk PP 36 yang mendasari terk:
              dengan perhitungan UMK in Setiawan menegaskan tugas gubernur hanya menetapkan terkait
              dengan  UMK  ini  dan  gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan
              rekomendasi yang telah disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.

              "Oleh karena itu, surat rekomendasi_ yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut," ujarnya.
              Setiawan berharap---untuk ke depannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah pusat
              agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan UMK ini
              "Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi.

              Oleh karena itu kami sangat berharap, pelibatan pemerintah daerah di masa yang akan datang
              bisa  terlibat  lebih,  jauh,"  tutupnya  Di  berbagai  daerah,  kepu'san  Gubernur  Jawa  Barat  ini
              disambut dengan reaksi berbeda. Sebagian kelompok buruh menyatakan kekecewaannya dan
              menolak keputusan tersebut.

              Salah' satunya disampaikan Koalisi 9 Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya,
              dalam kepuusan itu, diputuskan UMK KBB hanya naik menjadi Rp3.248.283,28.

              Koordinator  Koalisi  9  Serikat  Buruh  Bandung  Barat,  Dede  Rahmat  mengatakan,  pihaknya
              sebelumnya  mengusulkan  kenaikan  UMK  KBB  sebesar  7%  menjadi  Rp3.475.663.  Namun,
              Pemprov Jabar menolak usulan fersebut lantaran dinilai ti dak sesuai dengan perhitungan upah
              dalam PP 36 Tahun 2021.




                                                           64
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70