Page 706 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 706

Riza optimistis Menaker akan mempelajari dan merespons dengan baik surat yang sudah dikirim
              Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal peninjauan kembali formula penetapan UMP 2022.
              "Kita (sudah mengirimkan) surat agar ada revisi dan perbaikan (formula penetapan UMP). Kami
              masih  menunggu,  kami  yakin  pemerintah  pusat,  kemenaker  akan  mempelajari  dan  respons
              dengan baik," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/12/2021).

              Riza mengatakan untuk mengubah formula penetapan UMP, maka perlu mengubah regulasinya,
              yakni Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Pasalnya, tutur dia,
              kenaikan UMP 2022 sangat kecil dan tidak adil dengan formula yang diatur dalam PP 36 Tahun
              2021. "Jadi kalau ingin perbaiki (UMP 2022), regulasi harus diperbaiki," tandas dia.

              Riza mengatakan, sebenarnya buruh dan pengusaha tidak masalah jika UMP 2022 diperbaiki
              atau direvisi. Bahkan, dia mengeklaim buruh dan pengusaha tidak menjadi masalah jika kenaikan
              UMP 2021 naik di angka 5%.

              "Para  buruh  memahami  dan  mengerti.  Kami  ingin  buruh  lebih  baik,  lebih  sejahtera,  juga
              pengusaha, dan masyarakat Jakarta tetapi semuanya harus sesuai aturan dan ketentuan yang
              ada," ungkap Riza.

              Riza juga merespons penilaian bahwa surat Gubernur Anies untuk mengubah PP No 36 Tahun
              2021, salah alamat karena Menaker tidak mempunyai wewenang untuk mengubah PP. Menurut
              Riza,  pihaknya  mengirimkan  surat  ke  Menaker  karena  kementerian  yang  dipimpin  oleh  Ida
              Fauziyah merupakan kementerian yang mengurus buruh atau pekerja.

              "Ya kan kita pempus ada aturannya ya. Karena ini masalah buruh, sektor tenaga kerja, termasuk
              buruh ada di kementerian (ketenagakerjaan), makanya kami bersurat ke situ," pungkas Riza.

              Sumber: BeritaSatu.com.







































                                                           705
   701   702   703   704   705   706   707   708   709   710   711