Page 97 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 97

Jika ditambah dengan kenaikan upah yang tinggi, maka dikhawatirkan perusahaan tidak dapat
              bernapas.  Hal  itu  akan  berujung  pada  nasih  para  pekerja  yang  berpotensi  kehilangan
              pekerjaannya.

              “Ibarat  mobil  perusahaan  itu  mobil  baru  lari,  baru  pemanasan,  baru  ganti  oli.  Tiba-tiba  lagi
              ditambah beban yang tinggi, ini mobilnya masuk di got,” kata Bahlil secara virtual, Rabu (1/12).

              Sehingga,  Bahlil  pun  meminta  pengertian  para  buruh  agar  dapat  berjiwa  besar  untuk  tidak
              memaksakan kenaikan upah yang terlalu tinggi. Ia menghargai suara para buruh namun juga
              perlu mencari titik tengah atau solusi bersama bagi para pekerja dan pengusaha.

              “Yuk,  sama-sama  berjiwa  besar.  Saya  hormati  teman-teman  buruh,  saya  juga  pernah  jadi
              karyawan  juga.  Saya  menghargai  pikiran  mereka,  tetapi  kita  harus  pada  titik  tengah,”
              ungkapnya.

              Jika dipaksakan kenaikan UMP yang tinggi, kata Bahlil, hal itu dapat berujung kebangkrutan
              karena  perusahaan  tidak  mampu  membayar  gaji  para  karyawannya.  Hal  itu  juga  akan
              mengancam nasib para pekerja.

              “Mereka  (pengusaha)  ini  kredit  refinancing  terus.  Bunganya  aja  dibayar  sekarang,  sebagian
              pokok tidak bisa dibayar. Kalau bertambah beban lagi perusahaan tutup. Kita pilih nahan sedikit,
              perusahaanya selamat atau dipaksain perusahaannya bubar dan semua tidak dapat apa-apa,”
              pungkasnya.

















































                                                           96
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102