Page 101 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 101
"Bukan hanya bagaimana mendapat profit tapi bagaimana menjaga keberlangsungan usahanya
sendiri. Karena kalau dia (pemberi kerja) tidak punya kemampuan membayar pegawainya
perusahaan ya tutup," kata Bahlil saat konferensi pers Investasi Pasca Implementasi Undang-
Undang Cipta Kerja, Rabu (1/12/2021).
Bahlil menjelaskan, pemerintah menghormati tuntutan para buruh. Namun, ia menegaskan, UMP
tahun 2022 merupakan titik tengah agar perusahaan dapat beroperasi dan karyawan tetap
mendapatkan upah.
"Yang penting mereka (buruh) bisa dapat gaji tapi usahanya jangan dikasih beban terlalu tinggi,
kasihan mereka ini," ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan, saat ini banyak dunia usaha yang sedang mengalami kesulitan cash flow
akibat dampak pandemi virus corona. Maklum ekonomi baru membaik pada kuartal II-2021,
sehingga belum mendongkrak pemasukan perusahaan.
"Mereka punya kredit itu refinancing terus bunga saja yang dibayar, sebagian pokok tidak bisa
dibayar. Kalau ditambah beban lagi nanti lama-lama perusahaan tutup dan kita semua bubar,"
kata Menteri Investasi.
Ia berharap, besaran UMP tahun depan mampu menjaga pemulihan ekonomi melalui konsumsi
masyarakat.
Untuk mendongkraknya, Kementerian Investasi akan semakin giat mencari calon investor. Bahlil
menargetkan, tahun depan realisasi investasi dari dalam dan luar negeri mencapai Rp 1.200
triliun, naik dari target tahun ini Rp 900 triliun.
Salah satu pendorong aliran modal investasi, kata Bahlil, yakni dengan implementasi kemudahan
berusaha sebagaimana dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Artikel ini tayang di Kontan.co.id dengan judul Soal UMP 2022, Menteri Investasi: Kalau naik
tinggi akan picu PHK.
100

