Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 120

Dinar, dihasilkan dari formulasi PP Pengupahan yang mendasarkan pada inflasi
               nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

               "Angka ini kan diambil dari inflasi nasional sebesar 3,39% ditambah dengan
               pertumbuhan ekonomi 5,12% menjadi 8,51% sesuai dengan PP 78/2015 tentang
               Pengupahan," kata Dinar.

               Menurut Dinar, memang terdapat beberapa wilayah yang merasa keberatan
               terhadap kenaikan tersebut. Hanya saja, keberatan tersebut tidak dilengkapi oleh
               data dan informasi. Dengan demikian, kenaikan sebesar 8,51% ini merupakan jalan
               yang terbaik karena didasari oleh variabel yang terukur, yaitu inflasi dan
               pertumbuhan ekonomi nasional.

               "Ada dari asosiasi pengusaha datang kemari untuk minta agar kenaikannya sekitar 5
               - 6% saja, sementara buruh minta 10 - 15%. Namun kedua permintaan tersebut
               tidak didasari oleh data empiris yang kuat. Jadi 8,51% ini sudah terbaik," kata
               Dinar.

               Dinar pun menilai keinginan buruh agar UM naik sekitar 10 - 15%, perlu untuk
               dilengkapi oleh data-data empris, sehingga dapat menjadi bahan masukan kepada
               pemerintah. Menurutnya, tuntutan kenaikan tersebut didasarkan oleh survei, namun
               sampai saat ini pemerintah belum menerima dasar dari survei tersebut. Sementara
               angka yang ditetapkan pemerintah telah berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan
               inflasi nasional.

               Dinar menambahkan, Kemnaker telah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo
               untuk mulai menyusun pokok-pokok pikiran dalam rangka merevisi PP Pengupahan.
               Saat ini, Kemnaker terus melakukan dialog dengan berbagai pihak, baik dengan
               pihak pekerja maupun pengusaha, untuk memberikan masukan atas perbaikan PP
               Pengupahan tersebut.

               "Selama ini banyak pihak yang menyatakan keberatan atas peraturan tersebut,
               tetapi tidak pernah memberikan ide konkrit dan implementatif hal-hal apa saja yang
               perlu diubah dari peraturan tersebut. Sekarang kami sedang mengumpulkan bahan-
               bahannya," kata dia.

               Adapun, terkait revisi UU Ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa selama ini belum
               ada proses revisi UU Ketenagakerjaan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah
               percaya terhadap informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terkait revisi
               UU Ketenagakerjaan.

               "Kami belum ada draft-nya, jadi kalau mereka bilang menolak, sebenarnya apa yang
               ditolak," ujarnya.









                                                      Page 119 of 170.
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125