Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 123
Title AKADEMISI UGM SEBUT UMP DAN UMK DI DIY SEHARUSNYA RP 2,5 JUTA
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 31 Oktober 2019
https://www.tribunnews.com/regional/2019/10/31/akademisi-ugm-sebut-ump -dan-
Page/URL
umk-di-diy-seharusnya-rp-25-juta
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Laporan Wartawan Tribun Jogja Siti Umaiyah , YOGYAKARTA - Upah Minimum
Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di DIY 2020 yang
telah disepakati dirasa masih jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Hempri Suyatna Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM
menerangkan jika dilihat dari KHL, minimal UMP DIY harusnya Rp 2,5 juta.
"Upah layak minimum masih jauh karena paling tidak minimal 2,5 juta. Angka 2 juta
sekian (untuk UMP Kota Yogyakarta) yang ditetapkan adalah jalan kompromi,
meskipun dilihat dari kebutuhan hidup layak memang agak jauh," ungkapnya.
Menurut Hempri, upah yang telah ditetapkan merupakan salah satu jalan tengah,
yang mana di satu sisi pemerintah ingin memberikan kenyamanan bagi orang yang
berinvestasi, di sisi lain juga memikirkan buruh agar tidak terlalu minim upah yang
didapatkan.
"Karena ini sebagai kompromi, yang menjadi penting adalah jaminan-jaminan untuk
pekerja harus diperkuat, seperti jaminan kesehatan. Jangan sampai dengan gaji
segitu, perusahaan mengabaikan berbagai bentuk jaminan sosial untuk tenaga
kerja," katanya.
Menurut Hempri, ke depan Pemerintah DIY harusnya lebih detail melihat
pertumbuhan dan inflasi yang ada di DIY, jangan hanya terpaku pada PP 78 Tahun
2015.
Hal tersebut dimaksudkan agar jarak KHL dengan UMP ataupun UMK tidak terlalu
jauh.
Selain itu, opsi lain yang ada yakni DIY bisa mencontoh Bali untuk bisa menerapkan
Upah Minimum Sektoral (UMS), mengingat DIY merupakan kota pariwisata.
Hempri menjelaskan, saat ini DIY memang belum menerapkan UMS, hal ini
membuat upah yang ada di DIY tergolong masih minim.
Page 122 of 170.

