Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 128

Title         BURUH TUNTUT UMP NAIK 15%, KEMNAKER: 8,51% SUDAH TERBAIK
                Media Name    detik.com
                Pub. Date     31 Oktober 2019
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4767711/buruh-tuntut-u mp-naik-15-
                Page/URL
                              kemnaker-851-sudah-terbaik
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive
               BURUH TUNTUT UMP NAIK 15%, KEMNAKER: 8,51% SUDAH
               TERBAIK

               Jakarta - Sekitar ribuan buruh dari beberapa daerah yang tergabung dalam
               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di kantor
               Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2019).

               Tuntutan buruh yakni, menolak kenaikan UMP berdasarkan Peraturan Pemerintah
               (PP) No.78 Tahun 2015 yang naik 8,51% dan menolak revisi Undang-Undang
               Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).

               Terkait hal itu, Direktur Pengupahan Kemnaker Dinar Titus mengatakan, kenaikan
               UMP tahun 2020 sebesar 8,51% yang terbaik yang ada saat ini. Dikarenakan
               didasari oleh variabel yang terukur, yaitu inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

               "Angka ini kan diambil dari inflasi nasional sebesar 3,39% ditambah dengan
               pertumbuhan ekonomi 5,12% menjadi 8,51%, sesuai dengan PP 78/2015 tentang
               Pengupahan," kata Dinar, dalam keterangan tertulis Kemnaker, Kamis (31/10/2019).

               Menurut Dinar, memang terdapat beberapa wilayah yang merasa keberatan
               terhadap kenaikan tersebut. Hanya saja, keberatan tersebut tidak dilengkapi oleh
               data dan informasi. Dengan demikian, kenaikan sebesar 8,51% ini merupakan jalan
               yang terbaik karena didasari oleh variabel yang terukur, yaitu inflasi dan
               pertumbuhan ekonomi nasional.

               "Ada dari asosiasi pengusaha datang kemari untuk minta agar kenaikannya sekitar
               5-6% saja, sementara buruh minta 10-15%. Namun kedua permintaan tersebut
               tidak didasari oleh data empiris yang kuat. Jadi 8,51% ini sudah terbaik," kata
               Dinar.

               Dinar pun menyebut keinginan buruh yang ingin UMP naik sekitar 10-15%, perlu
               dilengkapi oleh data-data empiris, sehingga dapat menjadi bahan masukan
               untuknya. Walaupun tuntutan tersebut didasarkan oleh survei, namun sampai saat
               ini pemerintah belum menerima dasar dari survei tersebut.

               "Selama ini banyak pihak yang menyatakan keberatan atas peraturan tersebut,
               tetapi tidak pernah memberikan ide konkret dan implementatif hal-hal apa saja yang
               perlu diubah dari peraturan tersebut. Sekarang kami sedang mengumpulkan bahan-
               bahannya," kata dia.




                                                      Page 127 of 170.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133