Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 136
mengenai penyebab kematian yang pasti.
Ali mengatakan, Astakira sempat menelusuri kabar kematian Ani hingga ke BP3TKI
Jabar.
"Kebetulan Senin lalu kami ke BP3TKI Jabar, mengajak keluarga Ani ke Bandung
barangkali ada informasi resmi, ternyata pihak BP3TKI Jabar juga belum
mengetahui hal itu," kata Ali.
Pulang dari Bandung tanggal 13 Agustus, Astakira bersama keluarga juga datang ke
Disnaker Cianjur untuk menanyakan hal yang sama ternyata belum ada berita
acara.
"Keluarga hanya menerima kabar melalui WhatsApp dari Disnaker yang isinya
dihapus kembali," kata Ali.
Pihak keluarga pernah memperlihatkan WhatsApp yang isinya ada 13 poin tentang
kronologis kematian Ani. Poin yang diingat keluarga adalah Ani meninggal di depan
gedung ditemukan lalu dibawa ke rumah sakit.
"Tidak punya majikan, ada kejanggalan punya kenalan dengan orang Mesir dan
ditemukan meninggal setelah tiga hari keluar dari rumah orang Mesir tersebut,"
katanya.
Ali mengatakan, ia membantu kepulangan Ani karena keluarga ingin jenazah dibawa
ke tanah air.
"Almarhum sejak keberangkatan 2011, lost contacts delapan tahun tak berkabar,"
katanya.
Astakira sebagai kuasa dari keluarga ingin tahu penyebab meninggalnya almarhum,
sesuai keinginan keluarga penjelasan penyebab kematian harus jelas.
"Tak ada surat resmi yang dikirimkan hanya mendapat informasi melalui WhatsApp
diduga overdosis obat," katanya.
Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa melacak, pihaknya yakin ada majikannya
karena Ani bekerja 8 tahun di sana.
"Ini tak jelas sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengusut tuntas termasuk
haknya, saya meminta KBRI mengusut tuntas," ujarnya.
Page 134 of 172.

