Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 138
pertumbuhan ekonomi yang signifikan namun penduduk usia produktif harus
menjadi tenaga kerja yang produktif dan kompetitif dengan skill yang baik.
"Bonus demografi ini tidak secara otomatis dinikmati begitu saja perlu didukung oleh
kebijakan yang sesuai seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan,
keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian jumlah penduduk,
serta kebijakan ekonomi yang mendukung fleksibelitas dan keterbukaan pasar kerja.
Namun, penangangan bonus demografi ini harus menjadi bagian penting dari
pencarian solusi bersama anggota G20. Itulah pentingnya kerja sama dan
pertemuan LEMM ini," kata Hanif.
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro
Putri mengatakan bahwa dalam G20 LEMM ini, isu tematik lainnya yang dibahas
antara lain employment of older workers and longer working life, new job
opportunities in ageing societies for the future of long-term care work, gender
equality, dan new forms of work. "Hasil pertemuan para menteri tenaga kerja
anggota G20 diharapkan akan dapat diimplementasikan dalam upaya membangun
ketenagakerjaan di Indonesia," kata Putri.
Sebagaimana diketahui, anggota G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina,
Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang,
Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni
Eropa.
Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menaker Hanif rencananya juga kan
melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Labour and Social
Development, Kingdom of Saudi Arabia Dr. Abdullah Abuthnain, Governor of Ehime
Tokihiro Nakamura, dan Minister of Family, Labour and Social Services Turki Zehra
Zumrut Selcuk sekaligus penandatanganan MoU Ketenagakerjaan antara Indonesia
dan Turki, serta menjadi keynote speaker pada forum bisnis ketenagakerjaan.
(jpnn)
Page 136 of 172.

