Page 354 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 DESEMBER 2021
P. 354

“Pengusaha  yang  telah  membayar  upah  lebih  tinggi  dari  ketentuan  upah  minimum  dilarang
              menurunkan ataumengurangi upah yang telah diberikan,” akunya.
              Hanya saja upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro dan usaha kecil. Upah pada usaha
              mikro dan usaha kecil ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja
              di  perusahaan,  dengan  ketentuan  paling  sedikit  sebesar  50  persen  dari  rata-rata  konsumsi
              masyarakat di tingkat provinsi, dan nilai upah yang disepakati paling sedikit 25 persen di atas
              garis kemiskinan di tingkat provinsi.

              Kemudian  katanya  lagi,  dengan  telah  dilaksanakannya  upah  minimum  tersebut,  maka
              pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan disesuaikan dengan upah yang
              baru.

              “Dalam hal pengusaha melanggar ketentuan membayar upah lebih rendah dari ketentuan upah
              minimum dikenakansanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” imbuhnya.

              Sebelumnya, Pemprov Kaltim telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 melalui
              keputusan Gubernur Kaltim Nomor 561/K/568/2021 sebesar Rp3.014.497. Untuk informasi, UMP
              Kaltim naik tipis. Yakni hanya 1 persen dibandingkan UMP tahun 2021 sebesar Rp 33.118.

              Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Hadi Mulyadi Pemprov Kaltim berupaya memberikan yang
              terbaik kepada rakyatnya. Khususnya, dalam peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan
              UMP bagi karyawan perusahaan.

              Terlebih, di tengah pandemi Covid-19 yang seharusnya upah para pekerja di perusahaan turun,
              tetapi di Kaltim mampu dinaikkan.

              “Alhamdulillah, kenaikan ini patut disyukuri. Karena, di tengah pandemi COVID-19 pertumbuhan
              keuangan  perusahaan  juga  terdampak  menurun.  Karena  itu,  adanya  kenaikan  upah  sebagai
              bukti perhatian Pemprov Kaltim,” terang orang nomor dua di Bumi Mulawarman tersebut.

              Ia menjelaskan, kenaikan itu wajib disyukuri lantaran menurutnya tidak mudah menaikkan UMP.
              Apalagi, saat ini pandemi dan usaha atau pendapatan perusahaan mengalami penurunan drastis
              akibat melemahnya daya beli.

              “Jadi,  Alhamdulillah.  Meski  tidak  tinggi,  tetapi  kenaikan  tetap  ada.  Logikanya  seharusnya
              menurun.  Karena,  tujuan  kenaikan  ini  untuk  memudahkan  karyawan  meraih  kesejahteraan,”
              jelasnya.
              Ia mengatakan, setiap perusahaan harus mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawan.
              Misal, adanya tambahan upah bagi karyawan.

              “Saya yakin, kalau perusahaan tidak pelit kepada karyawan. Maka, kelak dimudahkan urusan,”
              pungkasnya.

















                                                           353
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359