Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 50
Butuh pangan Ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance
(Indef), Enny Sri Hartati, mengatakan cara pemerintah menganggarkan Rp20 triliun
untuk pelatihan dan insentif selama 4 bulan itu kurang efektif.
"Yang sekarang ini yang mereka butuhkan bukan pelatihan, melainkan bagaimana
tersedianya produk kebutuhan masyarakat, minimal pangan dan kesehatan. Kalau
enggak ada itu, mengalami wabah sekarang ini enggak mungkin bisa survive," kata
Enny ketika dihubungi, kemarin.
Menurut dia, kemungkinan pekerja yang terkena PHK akan bertambah. Apalagi,
sektor informal paling merasakan kesulitan sehingga memungkinkan mereka PHK
sendiri.
Ia mengatakan pemerintah akan mengeluarkan banyak uang percuma jika
melakukan pelatihan kepada pekerja. Apalagi, kondisi ekonomi belum bisa recovery.
"Seharusnya anggaran-anggaran itu difokuskan untuk meningkatkan pasokan,
mengganti impor, dan dipenuhi produk dalam negeri. Artinya, kalau seluruh sumber
daya fokus untuk memenuhi kebutuhan dasar, ada pasokan pemenuhan pangan
dan kesehatan," katanya.
"Mereka segera mendapatkan bantuan sosial sehingga bisa mempertahankan daya
belinya. Sebenarnya sesederhana itu dalam memanage keuangan menghadapi
wabah. Ini bukan krisis ekonomi, ini krisis wabah penyakit," tambahnya.(Ins/HT/X-
10).
Page 49 of 274.

