Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 55

empat bulan atau jika sudah menyelesaikan pelatihan, dan insentif survei
               kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

               Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta
               membuka pendataan bagi pekerja yang mengalami PHK atau di rumahkan tapi tidak
               menerima upah (unpaid leave) akibat wabah Covid-19 .

               Berdasarkan data Disnakertrans DKI hingga Sabtu (4/4/2020) sudah ada 88.835
               buruh dari 11.104 perusahaan yang terdata.

               Rinciannya, 72.770 pekerja dari 9.096 dirumahkan. Sementara ada 16.065 pekerja
               dari 2.008 perusahaan di PHK.

               Kepala Disnakertrans DKI Andri Yansyah meminta buruh atau pekerja yang
               terdampak Covid-19 dapat mengisi data melalui
               bit.ly/pendataanpekerjaterdampakcovid19.

               Bisa juga mengunduh formulir di bit.ly/formulirkartupekerja lalu kirim ke
               disnakertrans@jakarta.go.id.

               "Kami minta mereka yang terdampak agar dapat mengisi data lengkap dan valid
               agar bisa dibantu," kata Andri saat dikonfirmasi.

               Dijelaskan, nantinya data yang masuk akan dihimpun untuk diteruskan ke
               Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pencatatan pendataan akan ditutup
               pada Sabtu tengah malam, pukul 00.00 WIB.

               "Hari ini adalah hari terakhir pendataan pekerja terdampak Covid-19 yang nantinya
               akan disampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian
               Koordinator Bidang Perekonomian," kata Andri.

               "Segera isi data lengkap hari ini sebelum pukul 00.00 WIB," ujarnya.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengingatkan
               pemerintah bahwa potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga ratusan ribu
               pekerja pada saat pandemi coronavirus disease (Covid)-19.

               Pada saat ini, menurut dia, industri yang akan terkena dampak langsung adalah
               industri padat karya, seperti tekstil, sepatu, garment, makanan, minuman,
               komponen elektronik hingga komponen otomotif.

               "Bahan baku berkurang, maka produksi akan menurun. Ketika produksi menurun,
               maka berpotensi terjadi pengurangan karyawan dengan melakukan PHK," kata Said
               Iqbal.

               Selain ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis
               khususnya bahan baku impor, hal lain yang memicu PHK, karena melemahnya nilai



                                                       Page 54 of 274.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60