Page 36 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 OKTOBER 2019
P. 36
Untuk mengantisipasi lonjakan pengangguran di tahun depan, Ade menjelaskan,
pihaknya akan melakukan penguatan dari pemerintah daerah dalam hal menyiapkan
calon tenaga kerja yang memiliki daya saing. Untuk membentuk calon tenaga kerja
berdaya saing itu, pihaknya sejak beberapa waktu lalu melakukan penataan
pelatihan yang diawali dari pra-rekrutmen.
"Tahun depan kita ada bonus demografi. Artinya bertambahnya usia produktif yang
memerlukan lapangan pekerjaan. Artinya, meskipun sekarang ada penurunan
pengangguran yang cukup menggembirakan, tetapi kita tidak bisa lengah karena
jumlah yang akan masuk angkatan kerja sekarang juga akan bertambah," ujar dia.
Pada tahap pra-rekrutmen itu, pihaknya membuka informasi kepada calon tenaga
kerja beberapa peluang untuk mengikuti pelatihan ketenagakerjaan. Ke depannya,
penyedia lapangan pekerjaan ini tidak terpaku pada ijazah, melainkan pada
sertifikasi keahlian yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dengan pihak
swasta, baik berskala regional, nasional, maupun internasional.
"Para calon tenaga kerja yang sudah mengikuti pelatihan ini akan kami berikan
sertifikat keahlian yang menyatakan bahwa calon tenaga kerja itu telah siap dengan
kompetensinya. Sertifikasi keahlian ini yang harus kita dorong lebih besar ke
depannya," tutur dia.
Pelatihan konvensional yang saat ini masih dilakukan, dikatakan Ade, pada tahun
2020 mendatang harus dilakukan perubahan paradigma sesuai dengan lapangan
pekerjaan yang dihadapi pada era industri 4.0. Dengan angka bonus demografi
Jawa Barat saat ini, tentunya para pencari kerja ini tidak bisa ditampung
sepenuhnya di Jawa Barat. Tentunya para pencari kerja ini akan menyebar ke
daerah lain yang membuka kesempatan kerja. Bahkan pihaknya juga mendorong
para pencari kerja ke depannya ini memiliki kepercayaan diri untuk mencari kerja di
negara lain berbekal kompetensi yang dimiliki.
Page 35 of 83.

