Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 JULI 2019
P. 25
Nico menjelaskan, Tim Satgas TPPO melakukan penyelidikan guna mencari
keberadaan korban Tasini.
Informasi yang didapat, Tasini sudah dirawat di RSUD Majalengka , Jawa Barat
akibat mengalami luka di sekujur tubuhnya.
"Korban Tasini dipulangkan dari Arab pada Kamis 4 Juli 2019 tanpa melalui KBRI ke
Indonesia dengan kondisi luka-luka diduga akibat penganiayaan saat bekerja di Arab
Saudi," ucap Nico.
Lanjut Nico menjelaskan, Tasini direkrut oleh tersangka H. Mamun di daerah
Majalengka pada Mei 2018 untuk dijadikan pembantu rumah tangga di Arab Saudi.
Kemudian, Tasini dikirim kepada pelaku agen bernama Faisal yang dibantu oleh
Andi.
"Korban dilakukan cek up medical dan diberikan uang fee oleh H. Mamun sebesar
Rp 6.000.000," kata Nico.
Selanjutnya, Nico menyampaikan agen atau pemodal Faisal dalam merekrut dan
mengirim Tasini ke Arab dibantu oleh Andi.
Sedangkan, pengurusan visa korban dilakukan Faisal yang pernah bekerja di PT
Haena Duta Cemerlang.
"Setelah visa milik korban terbit, H. Mamun lalu menyerahkan Tasini ke Andi dan
Faisal untuk diberangkatkan ke Arab Saudi," ujarnya.
Akhirnya, Tim Satgas TPPO berhasil menangkap pelaku Mamun yang berperan
sebagai perekrut korban di Majalengka pada Sabtu (6/7/2019).
Kemudian, tersangka Faisal ditangkap di Cibitung, Jawa Barat pada Minggu
(7/7/2019).
"Faisal perannya sebagai agen, pemodal, mengurus visa, tiket dan mengirim korban
ke Arab Saudi," ucapnya.
Selain mengamankan pelaku, Nico mengatakan Tim Satgas TPPO juga menyita
beberapa barang bukti seperti paspor, visa, satu buah boarding pass Saudia tujuan
Jeddah tanggal 3 Juli 2019 dan satu buah boarding pass Saudia tujuan dari Jeddah
ke Jakarta pada 3 Juli 2019.
"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 4 UU Nomor 21/2007 tentang
pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau Pasal 81, Pasal 86 UU
Nomor 18/2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia," kata Nico.
Page 24 of 68.

